• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Komoditi Pertanian Lampung Tembus Pasar Eropa dan Asia

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Komoditi Pertanian Lampung Tembus Pasar Eropa dan Asia

ASIATODAY.ID, LAMPUNG – Sebuah terobosan disektor perdagangan hasil pertanian datang dari Provinsi Lampung. Pasalnya, berbagai komoditi Pertanian daerah itu mampu menembus pasar Eropa dan Asia.

Yang terbaru, daerah itu baru saja mengekspor komoditi perkebunan jenis Kelapa Parut sebanyak 25 ton ke Jerman dengan nilai Rp.387,7 juta.

Selain itu, ada juga komoditi Kopi tujuan Algeria sejumlah 57,6 ton senilai Rp1,3 miliar, Lada tujuan India sejumlah 25 ton dengan nilai Rp769,8 juta.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sementara untuk komoditas hortikultura yang diekspor oleh PT. Great Giant Pineapple berupa Nenas Irisan tujuan China sebanyak 35,6 ton dengan nilai Rp 423,05 juga Nenas Buah tujuan Saudi Arabia sebesar 54 ton senilai Rp 408,9 juta.

Secara keseluruhan nilai komoditas yang diekspor tersebut mencapai Rp 3,3 miliar.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi capaian ini, namun ia mendoromg pemerintah daerah maupun eksportir tak hanya mengekspor komoditi mentah, tetapi juga turunannya sehingga memiliki nilai tambah yang besar dibandingkan hanya menjual bahan baku komoditas.

“Ekspor ini yang kita dorong, jangan hanya bahan baku, minimal setengah jadi,” terang Jamil, Senin (5/8/2019).

Jamil menjelaskan, secara nasional neraca perdagangan ekspor impor komoditas pertanian Indonesia dan Jerman di tahun 2018 tercatat ekspor sebanyak 111,9 ribu ton sementara impor sebanyak 18,8 ribu ton, sehingga posisi surplus sebanyak 93,06 ribu ton.

“Pada tahun 2019 tren peningkatan ekspor komoditas juga mulai terlihat di semester kedua tahun ini,” katanya.

Menurut dia, data ekspor impor komoditas pertanian dipantau harian, apabila ada tren yang menurun pihaknya turun ke lapangan, berkoordinasi dengan instansi terkait dan eksportir untuk memacu ekspor. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Komoditi PertanianLampung
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.