• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Komoditi Pertanian Lampung Tembus Pasar Eropa dan Asia

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Komoditi Pertanian Lampung Tembus Pasar Eropa dan Asia

ASIATODAY.ID, LAMPUNG – Sebuah terobosan disektor perdagangan hasil pertanian datang dari Provinsi Lampung. Pasalnya, berbagai komoditi Pertanian daerah itu mampu menembus pasar Eropa dan Asia.

Yang terbaru, daerah itu baru saja mengekspor komoditi perkebunan jenis Kelapa Parut sebanyak 25 ton ke Jerman dengan nilai Rp.387,7 juta.

Selain itu, ada juga komoditi Kopi tujuan Algeria sejumlah 57,6 ton senilai Rp1,3 miliar, Lada tujuan India sejumlah 25 ton dengan nilai Rp769,8 juta.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Sementara untuk komoditas hortikultura yang diekspor oleh PT. Great Giant Pineapple berupa Nenas Irisan tujuan China sebanyak 35,6 ton dengan nilai Rp 423,05 juga Nenas Buah tujuan Saudi Arabia sebesar 54 ton senilai Rp 408,9 juta.

Secara keseluruhan nilai komoditas yang diekspor tersebut mencapai Rp 3,3 miliar.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi capaian ini, namun ia mendoromg pemerintah daerah maupun eksportir tak hanya mengekspor komoditi mentah, tetapi juga turunannya sehingga memiliki nilai tambah yang besar dibandingkan hanya menjual bahan baku komoditas.

“Ekspor ini yang kita dorong, jangan hanya bahan baku, minimal setengah jadi,” terang Jamil, Senin (5/8/2019).

Jamil menjelaskan, secara nasional neraca perdagangan ekspor impor komoditas pertanian Indonesia dan Jerman di tahun 2018 tercatat ekspor sebanyak 111,9 ribu ton sementara impor sebanyak 18,8 ribu ton, sehingga posisi surplus sebanyak 93,06 ribu ton.

“Pada tahun 2019 tren peningkatan ekspor komoditas juga mulai terlihat di semester kedua tahun ini,” katanya.

Menurut dia, data ekspor impor komoditas pertanian dipantau harian, apabila ada tren yang menurun pihaknya turun ke lapangan, berkoordinasi dengan instansi terkait dan eksportir untuk memacu ekspor. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Komoditi PertanianLampung
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.