• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Konflik Rusia-Ukraina akan Meluas di Indo Pasifik

Australia Gelontorkan Rp107 Triliun Bangun Pangkalan Kapal Selam Nuklir 

by Redaksi Asiatoday
March 8, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indo-Pasifik Jadi Episentrum Persaingan, Perang AS-China Tak Lagi Terbayangkan

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison. Ist

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison akan mengumumkan pembangunan pangkalan kapal selam nuklir baru senilai 10 miliar dolar Australia atau setara Rp107 triliun.

Morrison juga memperingatkan rakyat Australia bahwa konflik Rusia dengan Ukraina “tak terelakkan akan meluas ke Indo Pasifik.”

Morrison dijadwalkan mengungkap rencana pembangunan pangkalan kapal selam nuklir Australia selama pidatonya di Neoliberal Lowy Institute di Sydney pada Senin (7/3/2022), menurut catatan pidatonya yang dikutip media lokal.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

Morrison akan memperingatkan bahwa konflik Rusia dengan Ukraina akan “tidak terhindarkan meluas ke Indo Pasifik.”

“Australia menghadapi lingkungan keamanannya yang paling sulit dan berbahaya dalam 80 tahun,” demikian naskah pidato Morrison, dilansir RT.com pada Senin (7/3/2022).

Morrison juga dilaporkan akan memperingatkan bahwa “busur otokrasi baru” sedang terbentuk untuk “menantang dan mengatur ulang tatanan dunia menurut citra mereka sendiri.”

Perdana menteri akan mengecam konflik Rusia dengan Ukraina sebagai “contoh terbaru dari rezim otoriter yang berusaha menantang status quo melalui ancaman dan kekerasan.”

Tiga lokasi dilaporkan telah dipilih untuk pangkalan kapal selam nuklir Australia yakni: Dua di New South Wales dan satu di Brisbane, Queensland.

Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Peter Dutton mengklaim pada Minggu bahwa negara itu akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklirnya “jauh lebih cepat” dari yang diharapkan.

Sebagai bagian dari perjanjian AUKUS dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris, Australia pada awalnya seharusnya menerima kapal selam pada 2040.

Tidak jelas kapan Australia saat ini mengharapkan kapal selam tersebut.

Menolak mengesampingkan Australia yang berpotensi mempersenjatai Taiwan dalam konflik melawan China, Dutton mengatakan prioritas negara saat ini adalah untuk “mencegah tindakan agresi apakah itu dari China atau dari Rusia atau siapa pun.” (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Debunks Vietnam Relocation Claims Over Japan’s Yazaki Plants
  • AirAsia Axes Singapore–Jakarta Nonstop Service
  • Spring Airlines Opens Two Direct China–Jakarta Routes, Boosting Indonesia’s Tourism Drive
  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.