• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Konfrontasi dengan Yunani, Turki Hadapi Sanksi Uni Eropa

by Redaksi Asiatoday
September 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gugat Indonesia ke WTO, UE Ingin Hapus Inkonsistensi Aturan Ekspor Nikel

Markas besar Uni Eropa. ist

ASIATODAY.ID, PARIS – Turki menghadapi ancaman sanksi Uni Eropa menyusul konfrontasi dengan Yunani dan Siprus yang kian menajam. Sanksi UE ini sudah diperingatkan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

“Kami telah membahas berbagai pembalasan yang dapat kami lakukan sehubungan dengan Turki,” ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian.

“Dan masalah tersebut akan menjadi agenda utama dalam pertemuan Dewan Eropa bulan ini,” kata Le Drian, dilansir dari Arab News, Selasa (8/9/2020)

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Ketegangan semakin memanas antara Turki dan Yunani bermula ketika Ankara mengirim kapal penelitian hidrokarbon dengan pengawalan Angkatan Laut ke perairan terirorial Yunani bulan lalu.

Yunani menanggapi aksi Turki dengan latihan AL mereka untuk mempertahankan wilayahnya.

Ketegangan telah menggambarkan risiko konflik di daerah tersebut ketika Erdogan mengejar kebijakan nasionalis yang semakin agresif.

Le Drian mendesak Erdogan untuk memulai pembicaraan mengenai ambisinya di Mediterania Timur saat ini, dan saat pertemuan Dewan Eropa pada 24 September mendatang.

“Terserah Turki, jika mereka menunjukkan bahwa masalah ini dapat didiskusikan. Jika itu terjadi, kita dapat membuat lingkaran yang baik untuk semua masalah di atas meja,” imbuh Le Drian.

Namun, jika tidak terjadi dialog, maka Erdogan akan menghadapi serangkaian tindakan.

“Kami tidak kekurangan pilihan dan dia (Erdogan) tahu itu,” pungkasnya.

Sementara itu, angkatan bersenjata Turki memulai latihan militer tahunan pada akhir pekan kemarin di Siprus utara, yang memisahkan diri. Wilayah ini mendirikan sebuah ‘republik’ yang hanya diakui Ankara.

Turki telah menempatkan puluhan ribu tentaranya di utara pulau itu sejak 1974, usai kudeta yang direkayasa penguasa militer di Athena. (ATN)

Tags: Laut MediteraniaTurkiUni EropaYunani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.