ASIATODAY.ID, BEIJING – Wabah virus corona (Covid-19) terus menelan korban jiwa.
Komisi Kesehatan China mencatat ada 139 kematian baru di Hubei, sehingga angka total korban tewas mencapai telah 1.662 jiwa. Lonjakan kematian terjadi usai Prancis melaporkan kematian perdana akibat corona, yang juga merupakan kali pertama di benua Eropa.
Dilansir dari AFP, Minggu (16/2/2020), Komisi Kesehatan China juga mencatat ada lebih dari 68 ribu kasus corona di seantero Negeri Tirai Bambu. Virus corona Covid-19 itu pertama kali muncul di Wuhan, ibu kota dari provinsi Hubei, pada Desember 2019.
Dengan tambahan satu kematian di Eropa, maka jumlah korban tewas akibat corona di luar daratan China mencapai empat orang. Keempat kematian masing-masing terjadi di Filipina, Hong Kong, Jepang dan Prancis.
Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn mengatakan kematian pertama ini adalah seorang turis berusia 80 tahun asal China.
Sejumlah negara telah melarang kunjungan seorang orang dari China. Berbagai maskapai juga memutus penerbangan dari dan ke China di tengah kekhawatiran wabah corona Covid-19.
Banyak warga asing yang telah dievakuasi dari Wuhan dan Hubei. Mereka kemudian menjalani karantina di negara masing-masing selama dua pekan sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kasus karantina terbesar di luar China terjadi di Diamond Princess, kapal pesiar yang tengah berlabuh di pelabuhan Yokohama, Jepang. Total infeksi corona di kapal tersebut kini telah mencapai 285.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan sejumlah penumpang AS di Diamond Princess akan segera dievakuasi. Nantinya mereka semua akan dikarantina selama dua pekan di fasilitas khusus di AS. (ATN)
,’;\;\’\’
