• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kota-kota Terbesar di Turkiye Hadapi Bencana Kekeringan

by Redaksi Asiatoday
January 7, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kota-kota Terbesar di Turkiye Hadapi Bencana Kekeringan

Kekeringan Bendungan Alibeykoy, salah satu sumber air utama di Istanbul. Bendungan ini terdampak parah dengan kapasitas yang hanya terisi 18,29 persen. Foto tangkapan layar

ASIATODAY.ID, ISTANBUL – Curah hujan yang minim mengakibatkan kekeringan parah di seluruh Turkiye, terutama di wilayah barat dan barat laut yang padat penduduk, menurut data yang dirilis pada Kamis (5/1/2023) yang dilansir Xinhua.

Curah hujan selama periode 1 Oktober 2022 hingga 3 Januari 2023 turun 31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya di seluruh penjuru negeri, kata Layanan Meteorologi Negara Turkiye.

Dengan penurunan curah hujan sebesar 51,8 persen jika dibandingkan dengan standar musiman, Istanbul, kota berpenduduk lebih dari 16 juta jiwa, merasakan dampak terparah di antara pusat-pusat kota besar lainnya di Turkiye.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Kota Istanbul pada Jumat (6/1/2023) melaporkan bahwa Bendungan Alibeykoy, salah satu sumber air utama di Istanbul, terdampak parah dengan kapasitas yang hanya terisi 18,29 persen.

Ankara, ibu kota sekaligus kota terbesar kedua di Turkiye, mengalami penurunan curah hujan sebesar 36,4 persen, sementara kota pelabuhan Aegea Izmir mencatat penurunan 41,7 persen, tunjuk data dari layanan meteorologi itu. Konya, “lumbung pangan” Turkiye di wilayah Anatolia tengah, mengalami penurunan sebesar 50,3 persen.

Bahkan wilayah Laut Hitam di utara, yang secara tradisional merupakan wilayah dengan curah hujan tertinggi, mengalami penurunan sebesar 17,6 persen, menurut data tersebut.

Dalam sebuah pernyataan video baru-baru ini, para pejabat dari Serikat Kamar Pertanian Turkiye mengatakan bahwa di 60 dari 81 kota, curah hujan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pertanian. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Bencana iklimKekeringanTurkiTurkiye
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.