• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis di Myanmar: Korban Jiwa Sudah Capai 700 Orang

by Redaksi Asiatoday
April 11, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis di Myanmar: Korban Jiwa Sudah Capai 700 Orang

Gelombang demonstrasi besar-besaran di Kota Yangon menentang kudeta militer Myanmar. Dok

ASIATODAY.ID, YANGON – Krisis politik di Myanmar kian mengerikan. Korban jiwa dari rakyat sipil terus berjatuhan akibat tindakan represif junta militer.

Seperti dilaporkan AFP, Minggu (11/4/2021) Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik telah memverifikasi setidaknya 701 kematian warga sipil sejak kudeta tersebut.

Sebaliknya, pada Jumat (9/4/2021), menurut juru bicara junta militer, jumlah korban tewas hanya 248 orang. Meskipun terjadi pertumpahan darah, pengunjuk rasa terus melakukan unjukrasa di beberapa bagian negara.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Seorang penjaga keamanan terluka dalam ledakan bom di luar salah satu bank milik militer di kota terbesar kedua Myanmar pada Minggu (11/4) pagi, ketika korban tewas sipil dari tindakan keras brutal junta terhadap perbedaan pendapat mencapai lebih dari 700 pada akhir pekan.

Negara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Cabang terbesar Bank Myawaddy di Mandalay menjadi sasaran pada Minggu pagi. Menurut media lokal, seorang penjaga keamanan terluka dalam ledakan itu. Setelah ledakan, para petugas keamanan dikerahkan di daerah itu.

Bank Myawaddy adalah salah satu dari sejumlah bisnis yang dikendalikan militer yang menghadapi tekanan boikot sejak kudeta. Banyak pelanggan menuntut untuk menarik tabungan mereka.

Konflik berdarah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu, satu kelompok pemantau lokal mengatakan pasukan keamanan menembak mati dan menewaskan 82 pengunjuk rasa anti-kudeta pada hari sebelumnya di kota Bago, 65 km timur laut Yangon.

Rekaman yang diverifikasi AFP pada Jumat (9/4) pagi menunjukkan pengunjuk rasa bersembunyi di balik barikade karung pasir dengan senapan rakitan, ketika ledakan terdengar di latar belakang. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.