• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Myanmar: 90 Demonstran Tewas Ditembaki Junta Militer

by Redaksi Asiatoday
March 29, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Krisis Myanmar: Militer Makin Brutal, Korban Jiwa Sudah Capai 320 Orang

Rakyat sipil di Myanmar berupaya mengamankan diri dari tindakan represif junta militer. Ist

ASIATODAY.ID, YANGON – Krisis politik di Myanmar kian mengkhawatirkan. Yang terbaru, 90 orang tewas ditembaki oleh pasukan keamanan di Myanmar, Sabtu (27/3/2021).

Seperti dilaporkan BBC, tindakan keras mematikan itu terjadi ketika pengunjuk rasa menentang peringatan dan turun ke jalan pada Hari Angkatan Bersenjata tahunan.

Lebih dari 90 kematian, termasuk anak-anak, dikonfirmasi oleh kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Mereka membunuh kami seperti burung atau ayam, bahkan di rumah kami,” kata penduduk Thu Ya Zaw kepada kantor berita Reuters di pusat kota Myingyan.

“Kami akan terus memprotes,” tambah Thu Ya Zaw.

Pejabat AS, Inggris dan Uni Eropa mengutuk kekerasan tersebut. Bahkan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menyebutnya sebagai “terendah baru”.

AAPP menyatakan jumlah korban tewas terus meningkat.

Kekerasan terbaru membuat jumlah yang terbunuh dalam penindasan protes di Myanmar sejak kudeta 1 Februari menjadi lebih dari 400 orang.

Militer menguasai negara Asia Tenggara itu setelah pemilu yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi.

TV pemerintah menyiarkan pengumuman malam sebelumnya yang mengatakan bahwa orang-orang “harus belajar dari tragedi kematian yang buruk sebelumnya bahwa Anda bisa berada dalam bahaya ditembak di kepala dan punggung”.

Pasukan keamanan mengerahkan kekuatan untuk mencegah aksi unjuk rasa.

Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan orang-orang dengan luka tembak dan keluarga yang berduka. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.