• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Pangan dan Gizi di Asia Pasifik, 50 Juta Orang Hadapi Kelaparan

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
FAO: Efek Covid-19, Harga Pangan Dunia Terus Menurun

Markas Food and Agriculture Organization (FAO). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan, selama pandemi Covid-19, kondisi ketahanan pangan dan gizi di Asia dan Pasifik kian memburuk.

Angka kelaparan meningkat, demikian juga akses yang tidak memadai ke makanan bergizi.

Dikutip dari laman resmi FAO, Kamis (16/12/2021), berdasarkan Tinjauan Regional Asia dan Pasifik Tahun 2021 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dikatakan bahwa pada 2020 lalu tercatat lebih dari 375 juta orang di kawasan itu menghadapi kelaparan. Jumlah ini meningkat 54 juta dibandingkan tahun sebelumnya (2019).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Selain itu, berdasarkan laporan yang sama dikatakan bahwa terdapat lebih dari satu miliar orang tidak memiliki akses ke pangan yang cukup pada tahun 2020. Jumlah ini meningkat hampir 150 juta orang hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Tingginya biaya makanan sehat, dan tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan yang kian melonjak telah membuat 1,8 miliar orang di kawasan Asia dan Pasifik rentan terharap ketahanan pangan dan gizi seimbang.

Tentu situasi ini bisa lebih buruk tanpa adanya tanggapan dari pemerintah dan langkah-langkah perlindungan sosial yang baik selama krisis.

Dalam membangun kembali lingkungan pangan yang lebih baik, sistem pertanian pangan masa depan harus menyediakan produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih baik.

Oleh karenanya FAO dan UNICEF menyatakan fokus harus berkisar pada pemenuhan kebutuhan skala kecil, keluarga petani dan masyarakat adat di wilayah Asia-Pasifik tersebut.

Sistem pangan juga harus memprioritaskan kebutuhan pangan kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan. (ATN)

Tags: Krisis Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.