• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

KRISIS PANGAN: Jutaan Warga Somalia Terancam Kelaparan Ekstrem

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KRISIS PANGAN: Jutaan Warga Somalia Terancam Kelaparan Ekstrem

Warga di Somalia sedang menunggu bantuan pangan. Foto: UNICEF

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ditengah pandemi Covid-19, krisis pangan akut (IPC Tahap 3) melanda warga di Somalia. Sekitar 2,1 juta orang kini dalam ancaman kelaparan ekstrem.

Krisis yang lebih parah diperkirakan akan terjadi hingga Desember 2020 jika tidak ada bantuan kemanusiaan. Kondisi buruk ini diperparah oleh efek gabungan dari bencana banjir yang meluas, infestasi Desert Locust, dampak sosial ekonomi Covid-19 dan dampak kumulatif dari guncangan sebelumnya.

Hal itu disampaikan Unit Keamanan dan Gizi (FSNAU), sebuah proyek yang dikelola oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Selain kelaparan, ada 849.900 anak di bawah usia 5 tahun kemungkinan besar mengalami kekurangan gizi akut hingga Agustus 2021,” bunyi laporan itu dikutip dari Middleeast, Kamis (1/10/2020).

“Dari Oktober hingga Desember, kerawanan pangan diperkirakan akan memburuk diantara rumah tangga miskin dengan ternak terbatas atau kapasitas rendah untuk mengatasi hilangnya panen,” lanjut laporan itu.

“Produksi sereal Gu tahun 2020 di Somalia selatan diperkirakan hanya 74.000 ton. Jumlah ini 40 persen lebih rendah dari rata-rata jangka panjang untuk 1995-2019. Faktor utama yang mengakibatkan rendahnya produksi biji-bijian 2020 karena adanya bencana banjir berulang yang parah, curah hujan yang tidak menentu dan musim kemarau yang berkepanjangan, ketidakamanan dan konflik,” jelas FSNAU.

Laporan tersebut selanjutnya memperingatkan bahwa tambahan 3 juta orang di negara Afrika Timur itu “diperkirakan mengalami Stres (IPC Tahap 2), menjadikan jumlah total orang yang menghadapi kerawanan pangan akut menjadi 5,1 juta.”

“Bantuan kemanusiaan harus dipertahankan hingga Desember 2020 untuk mencegah hasil dari Krisis (IPC Tahap 3) atau Darurat (IPC Tahap 4) untuk 2,1 juta orang,” desak FSNAU.

Perubahan iklim sangat terasa di Somalia, Chad dan wilayah Sahel, menurut pernyataan Samba Harouna Thiam, kepala Kantor Penghubung Lingkungan PBB, pada September tahun lalu.

Meningkatnya suhu dan curah hujan yang tidak terduga akibat perubahan iklim telah menurunkan hasil panen. Komunitas miskinlah yang sering menghadapi paparan yang lebih besar terhadap bahaya iklim. (ATN)

Tags: KelaparanKrisis PanganSomaliaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.