• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Krisis Utang, Negeri Ghana Bangkrut

by Redaksi Asiatoday
September 27, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Krisis Utang, Negeri Ghana Bangkrut

Aksi demonstrasi warga Ghana di Accra. Foto: Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Krisis keuangan yang dialami Ghana telah membawa negeri itu kini berada di ambang kebangkrutan.

Ghana mengalami krisis keuangan karena pemerintah kesulitan pembayaran utang serius kepada kontraktor global.

Laporan Africa.com, Selasa (26/9/2023), pemerintahan Presiden Ghana Nana Akufo-Addo tidak memiliki pilihan lain selain menyetujui pinjaman sebesar US$3 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Diketahui bahwa krisis keuangan tersebut memiliki dampak yang luas, dengan banyaknya kontraktor yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja, yang kemudian memperparah masalah pengangguran dari Ghana.

Kepala eksekutif sebuah asosiasi perusahaan konstruksi Ghana, Emmanuel Cherry, baru-baru ini mengungkapkan bahwa pembayaran kembali pemerintah kepada kontraktor berjumlah sekitar US$1,3 miliar dan belum termasuk bunga.

Kemudian, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa pemerintah Ghana berutang produsen listrik independen sebesar US$1,58 dan berada dalam bahaya mengalami pemadaman listrik massal.

“Pemerintah pada dasarnya bangkrut. Ini adalah kali ke-17 Ghana terpaksa menggunakan dana tersebut sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 1957,” jelas laporan tersebut.

IMF sendiri kemudian menyajikan rencana penyelamatan yang komprehensif untuk mengatasi utang Ghana, membatasi pengeluaran, meningkatkan pendapatan dan melindungi populasi yang rentan sambil bernegosiasi dengan kreditor asing.

Sebelumnya, mengutip pemberitaan Reuters, Selasa (26/9) ratusan demonstran berkumpul di Accra pada minggu lalu selama tiga hari untuk unjuk rasa anti-pemerintah yang terkait dengan kesulitan ekonomi.

Ghana sebagai negara penghasil emas, minyak dan kakao dalam satu generasi, mengalami krisis ekonomi terburuk dalam satu generasi disebabkan oleh meningkatnya utang publik.

Kemudian, pada tahun lalu protes terhadap lonjakan harga dan tantangan ekonomi lainnya menyebabkan bentrokan dengan polisi dan mendorong pihak berwenang untuk meminta bantuan IMF.

Sejak saat itu, kemudian pemerintah berfokus pada restrukturisasi utang dan mengurangi pengeluarannya, untuk mendapatkan akses terhadap program pinjaman IMF senilai US$3 miliar yang berjangka waktu tiga tahun.

Namun para kritikus kemudian mengatakan bahwa pihak berwenang tidak berbuat banyak untuk membantu mereka yang kesulitan, memenuhi kebutuhan hidup ketika pertumbuhan ekonomi melambat. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: GhanaKrisis Utang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.