• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Kualitas Udara Memburuk, Warga Vietnam Diingatkan Tidak Keluar Rumah

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Kualitas Udara Memburuk, Warga Vietnam Diingatkan Tidak Keluar Rumah

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Vietnam memperingatkan warganya untuk tidak keluar rumah dan menggunakan masker menyusul tingginya polusi udara akibat adanya asap tebal yang menyelimuti Hanoi, Ibu Kota Vietnam.

Data perusahaan pemantau Impair Air Visual mencatat, Hanoi memiliki udara terburuk di dunia dibandingkan kota-kota besar lainnya pada Selasa (1/10) pukul 14.00 waktu setempat.

Kementerian Lingkungan Vietnam mengatakan peningkatan kabut asap sebagian dipengaruhi oleh petani di pinggiran kota yang membakar jerami.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Dikutip dari bloomberg, Rabu (2/10/2019), masyarakat Hanoi pun disarankan untuk membatasi waktu di luar rumah karena saat ini kota tersebut sudah mencapai tingkat polusi PM2.5. Angka ini merupakan indikator udara yang sangat tidak sehat. PM2.5 mengacu pada partikel kecil dan beracun yang dapat menembus ke paru-paru dan memasuki aliran darah.

Kementerian menyebut bahwa Hanoi telah mengalami tingkat polusi yang tidak aman sejak 12 September silam. Kini Hanoi sedang mengalami tingkat pencemaran partikel halus tertinggi sejak 2015.

Dalam beberapa minggu terakhir, Asia Tenggara mengalami kualitas udara yang buruk akibat kebakaran hutan Indonesia. Namun, titik-titik panas di Indonesia justru berkurang.

Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha pada Senin (30/9) juga menyarankan masyarakat Bangkok untuk mengenakan masker jika hendak pergi ke luar. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate CrisisClimate EmergencyKrisis Udara BersihPolusi UdaraVietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.