• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Langgar ZEE, Malaysia Panggil Dubes China

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rusak Stabilitas ASEAN, Vietnam Kecam Latihan Militer China di Laut China Selatan

Kapal Perang China. Dok

ASIATODAY.ID, KUALA LUMPUR – Kementerian Luar Negeri Malaysia memanggil Duta Besar China yang berada di Kuala Lumpur setelah kapal militer China terdeteksi beraktivitas di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaysia.

Malaysia memandang, tindakan tersebut bertentangan dengan konvensi hukum laut (UNCLOS).

“Kehadiran dan aktivitas kapal China tersebut sangat bertentangan dengan Exclusive Economic Zone Act Malaysia 1984 yang dikenal dengan UNCLOS 1982,” demikian dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia, Selasa (5/10/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Malaysia konsisten pada posisi dan aksi berdasarkan hukum internasional, untuk melindungi kedaulatan kami di perairan,” tegas mereka.

Dalam pernyataan tersebut, Malaysia juga menyampaikan protes melawan pelanggaran yang dilakukan kapal asing di wilayah perairan mereka.

“Dalam menentukan posisi dan langkah Malaysia terkait dengan isu Laut China Selatan yang kompleks, kepentingan nasional Malaysia menjadi parameter penting,” lanjut Kemenlu Malaysia.

Negeri Jiran juga menekankan pentingnya melakukan penyelesaian secara damai dan konstruktif untuk masalah Laut China Selatan. Mereka menegaskan, perlunya menghormati prinsip hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

Malaysia dan China memiliki garis tumpang tindih di Laut China Selatan. Selain Malaysia, ada juga Vietnam, Filipina, dan Taiwan yang berbatasan tumpang tindih di wilayah tersebut. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.