• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Laut Tercemar Tumpahan Minyak, Korsel Tindak Kapal Tiongkok

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Laut Tercemar Tumpahan Minyak, Korsel Tindak Kapal Tiongkok

ASIATODAY.ID, SEOUL – Penjaga pantai Korea Selatan (Korsel) akan menindak kapal penangkap cumi-cumi asal Tiongkok yang beroperasi secara ilegal di dekat Ulleungdo. Ini adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Negeri Ginseng.

“Pihak berwenang Seoul mengatakan para nelayan Tiongkok tidak hanya ‘menyapu’ cumi-cumi di dekat pulau itu. Tetapi juga membuang sampah plastik di perairan Korsel,” kata kantor berita EDaily.

Disitat dari UPI, Minggu (22/12/2019), aktivitas ilegal Tiongkok dapat menyebabkan penurunan drastis cumi-cumi Korsel.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Kementerian Maritim Korsel, tangkapan cumi-cumi hanya mencapai 1.987 ton pada Oktober tahun ini, turun 82 persen dari Oktober 2018. Tangkapan tahun ini merupakan rekor terendah sejak 1990, kata pemerintah Korsel.

Kapal-kapal Tiongkok juga menangkap cumi-cumi di perairan Korea Utara. Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Seoul mengatakan, jumlah kapal Tiongkok di perairan Korut telah meningkat 18 kali lipat dari 2004 hingga 2018.

Lembaga itu juga mengatakan, kapal-kapal Tiongkok bertanggung jawab atas memburuknya polusi minyak di laut, di daerah Ulleungdo dan dekat Kepulauan Dokdo yang disengketakan.

Kapal-kapal Tiongkok menyebabkan “kerusakan sekunder” ketika mereka berlayar melipir ke daerah-daerah dekat Ulleungdo selama kondisi cuaca buruk, termasuk membuang sampah secara ilegal. Laporan EDaily termasuk foto-foto botol minuman plastik asal Tiongkok di dekat pulau, diterbitkan dengan izin dari KIOST.

Laporan sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan Tiongkok sebelumnya membuat marah warga Korsel. Pada 2017, foto bandara berserakan sampah di Pulau Jeju menjadi viral. Sampah telah ditinggalkan oleh pengunjung Tiongkok yang bepergian ke Jeju bebas visa, dan sering menghabiskan waktu mereka sebelum berangkat berbelanja di butik bebas bea di bandara.

Pariwisata menjadi sumber pendapatan utama bagi Jeju. Situs News 1 melaporkan, pemegang paspor Filipina, Vietnam, dan Indonesia akan diizinkan untuk bepergian ke Jeju tanpa visa.

Tujuan Seoul adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan menjadi 20 juta setiap tahun, menurut laporan tersebut. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Korea SelatanLaut Tercemar MinyakSave OceanTiongkok
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.