• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Lifting Industri Migas Indonesia Kuartal I Capai 1,749 BOEPD

by Redaksi Asiatoday
April 21, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Exxonmobil Indonesia Sambut Positif Menteri ESDM Baru

Blok Cepu Banyu Urip. Foto : exxonmobilindonesia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Realisasi operasional produksi migas siap jual (lifting) nasional terhitung masih menunjukkan angka realistis di tengah pandemi Covid-19 dan tekanan harga minyak global.

Hingga kuartal I 2020, lifting migas nasional mencapai 1,749 juta boepd (barrel oil ekuivalen per day) atau sebesar 90,4 persen dari target lifting nasional sebesar 1,946 boepd.

Laporan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan capaian lifting migas tersebut melampaui target teknis dalam Work, Program and Bubdget (WP&B) Tahun 2020 sebesar 1,728 BOEPD atau mencapai 101 persen.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

“Artinya, kita berhasil melakukan langkah-langkah kreatif untuk meningkatkan produksi,” jelas Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto melalui Virtual Konferensi Pers dalam Laporan Kinerja SKK Migas Kuartal I Tahun 2020, yang diterima Selasa (21/4/2020).

Dwi merinci lifting minyak di Kuartal I Tahun 2020 telah mencapai 701 ribu bopd (barrel oil per day) atau 93 persen dari target APBN, yaitu 755 bopd. Sementara lifting gas 5,86 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 88 persen dari target APBN, yaitu 6,67 mmscfd.

Meski belum mencapai target APBN mengingat kemampuan cadangannya, Dwi menyebut capaian ini telah didorong upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru, onstream proyek baru, dan pemeliharaan yang optimal.

“Khusus lifting gas, ada penambahan 78 mmscfd dari tiga proyek onstream, yaitu Lapangan Buntal-5 (45 mmscfd), Grati Pressure Law (30 mmscfd) dan Randugunting (3 mmscfd),” ungkap Dwi.

Keberhasilan menjaga lifting migas diakui oleh Dwi lantaran implementasi pelaksanaan digitalisasi melalui integrated operation center (IOC) sejak 31 Desember 2019 serta beroperasinya layanan one door service policy (ODSP) per Januari 2020.

“Pelaksanaan pilar transformasi tersebut memberikan andil pada upaya peningkatan pengawasan dan memangkas birokrasi dengan penyelesaian berbagai perizinan dalam satu platform layanan ODSP dengan waktu yang lebih cepat, telah memberikan dampak positif bagi pelaksanaan investasi hulu migas 2020 ditengah tantangan wabah Corona Covid-19,” kata Dwi.

Selain fokus pada pencapaian target teknis yang telah ditetapkan pada WP&B, SKK Migas secara konsisten dan berkesinambungan melaksanakan berbagai program Filling The Gap (FTG) agar dapat dicapai penambahan produksi migas melalui penerapan inovasi dan operational excellence di hulu migas. Selain itu SKK Migas juga membuat terobosan-terobosan untuk mengusahakan agar efisiensi di hulu migas dapat semakin ditingkatkan.

Dwi menekankan, insan hulu migas terus bekerja keras memberikan kontribusi yang terbaik agar target di tahun 2020 dapat tercapai di tengah penurunan industri nasional sebagai akibat perlambatan ekonomi dari adanya wabah Covid-19.

“Dapat dibayangkan jika operasional hulu migas dan proyek hulu migas berhenti, berapa dampak yang ditimbulkan di industri penunjang, ketenagakerjaan serta ekonomi daerah,” pungkas Dwi.

Untuk lebih rinci capaian lifting minyak kuartal I 2020 disumbang oleh 5 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar di Indonesia dengan rincian sebagai berikut:

  1. Mobil Cepu LTD: 220 ribu bopd
  2. PT Chevron: 182 ribu bopd
  3. Pertamina EP: 81 ribu bopd
  4. Pertamina Hulu Mahakam: 31 ribu bopd
  5. Pertamina Hulu Energi OSES: 29 ribu bopd

Sementara lifting gas nasional disumbang oleh KKKS berikut:

  1. BP Berau LTD: 1,05 mmscfd
  2. COPHI Grissik : 828 mmscfd
  3. Pertamina EP : 752 mmscfd
  4. PHM : 610 mmscf
  5. ENI Muara Bakau : 542 mmscfd

(AT Network)

Tags: Blok MigasIndustri MigasIndustri Minyak dan GasKESDMMigasMigas IndonesiaSKK Migas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.