• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lindungi Taiwan dari Invasi China, AS dan Sekutu Bangun Kapal Selam Nuklir Baru

by Redaksi Asiatoday
March 14, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menhan AS Sterilkan Pentagon dari Antek Trump

United States (US) Pentagon headquarters. Doc

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan sekutunya akan menempuh berbagai upaya untuk melindungi Taiwan dari ancaman invasi China.

Upaya itu dilakukan dengan membangun armada tempur berupa kapal selam nuklir baru dengan anggaran triliunan.

Langkah itu terjadi ketika seorang komandan senior angkatan laut AS memperingatkan bahwa China dapat menginvasi Taiwan dalam enam tahun ke depan. Untuk menginvasi pulau itu, China perlu mengamankan kendali atas udara dan laut.

RelatedPosts

Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount

Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

Taiwan dipisahkan dari daratan China oleh hamparan laut, lebarnya 100 mil dan memiliki kedalaman sekitar 230 kaki, cukup dalam untuk kapal selam berpatroli. AS dan sekutunya berharap dengan membangun kapal selam baru yang cukup, mereka dapat mencegah militer China menguasai laut.

Sebagai bagian dari strategi pertahanan barunya, AS menginvestasikan USD22 miliar untuk pembangunan tahap kelima dari kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia.

Australia menambahkan 12 lagi dari enam kapal selam yang sudah beroperasi, sementara Jepang memiliki kapal selam serang kelas baru dalam produksi.

Korea Selatan (Korsel) juga telah memulai program pembangunan kapal selam tiga fase.

Untuk bagiannya, Taiwan telah berkomitmen untuk membangun delapan kapal selam baru guna menambah empat kapal selam yang saat ini dimilikinya dengan biaya USD16 miliar. Kapal selam diesel-listrik baru yang pertama akan beroperasi pada tahun 2025.

“PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China) percaya bahwa untuk melakukan kampanye ofensif yang sukses di sepanjang rantai pulau pertama (di Laut China Selatan dan Timur), terutama melawan Taiwan, perlu memiliki kontrol udara dan laut,” kata Andrew Krepinevich, seorang ahli China dan mantan pejabat senior Pentagon.

“Kapal selam bisa memainkan peran penting dalam menyangkal PLA kontrol laut yang diyakini dibutuhkannya,” imbuhnya seperti dikutip Express dari The Times, Minggu (14/3/2021).

China sendiri membantah peryataan komandan AS. Pekan lalu, diplomat top China menegaskan kembali posisi Beijing di Taiwan dan memperingatkan AS untuk tidak mendukung setiap upaya kemerdekaan oleh Taipei.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya dan secara konsisten memperingatkan Taipei bahwa setiap upaya untuk mendeklarasikan kemerdekaan akan mengarah pada tindakan militer.

“Pertama, hanya ada satu China di dunia. Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah China,” kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada konferensi pers hari Minggu lalu.

Wang melanjutkan dengan mengatakan bahwa reunifikasi tidak bisa dihindari dan memperingatkan pemerintah Biden untuk tidak melewati garis merah dalam mendukung pemerintah pulau itu. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.