• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Lockdown Kota Manila Diperpanjang Hingga Mei

by Redaksi Asiatoday
April 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lockdown Kota Manila Diperpanjang Hingga Mei

Kota Manila, Filipina. Ist

ASIATODAY.ID, MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperpanjang penguncian ketat atau lockdown di ibu kota Manila hingga 15 Mei. Hal ini dilakukan untuk membendung dan mencoba mengendalikan pandemi coronavirus (Covid-19) di negeri itu.

“Meskipun memperpanjang lockdown, pembatasan akan dikurangi di wilayah berisiko rendah,” kata Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque, melansir AFP, Jumat (24/4/2020).

Pembatasan masyarakat yang ditingkatkan, seperti yang disebut langkah-langkahnya, akan diperluas untuk khususnya setelah bagian lain dari Filipina terdeteksi mencatat sejumlah besar infeksi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Tetapi Duterte menegaskan pembatasan di tempat lain akan dimodifikasi. Beberapa lapangan pekerjan kembali dibuka dan kegiatan komersial secara bertahap berjalan.

Duterte menyetujui rekomendasi panel krisis yang dikeluarkan Kamis 23 April malam. Menurut Roque, keputusan berarti dua bulan penguncian ketat untuk Manila, di mana sekitar 70 persen dari 6.981 kasus positif covid-19 tercatat.

Darurat Militer

Sebelumnya Presiden Duterte mengancam akan mengumumkan darurat militer jika pemberontak komunis mengganggu aliran barang bantuan bagi warga Filipina yang terkena dampak pembatasan kuncian virus corona. Duterte meminta pasukannya siap.

“Saya sekarang memperingatkan semua orang serta memberi tahu angkatan bersenjata dan polisi. Saya mungkin mendeklarasikan darurat militer dan tidak akan ada jalan untuk kembali,” katanya.

Duterte telah lama berselisih dengan Tentara Rakyat Baru, yang diperparah dengan kegagalan berulang-ulang dalam proses perdamaian yang ia luncurkan pada awal kepresidenannya.

Filipina pada Kamis melaporkan 16 kematian akibat virus corona baru dan 271 infeksi yang dikonfirmasi, menjadikan penghitungan nasional 466 kematian dan 6.981 infeksi.

Pekan lalu, Duterte telah mengancam akan melakukan tindakan darurat militer untuk menghentikan orang-orang mencemooh lockdown di ibu kota negara tersebut.

Ini terjadi setelah pihak berwenang melaporkan peningkatan volume mobil di jalan-jalan Manila, yang telah hampir kosong sejak lockdown besar-besaran diberlakukan sebulan yang lalu.

“Saya hanya meminta sedikit disiplin. Jika tidak, jika Anda tidak percaya kepada saya, maka militer dan polisi akan mengambil alih,” kata Duterte dalam pidato televisi.

“Militer dan polisi akan menegakkan jarak sosial pada jam malam. Ini seperti darurat militer. Anda pilih,” tambahnya.

Duterte juga sebelumnya telah memperingatkan para pelanggar langkah-langkah lockdown, bahwa mereka dapat ditembak karena menyebabkan masalah.

Selasa lalu, Filipina mengumumkan bahwa mereka telah memulai program pengujian yang lebih agresif dengan menargetkan orang yang bekerja di atau dirawat di rumah sakit Manila yang merawat pasien covid-19.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins 24 April 2020, kasus positif secara global telah menyentuh angka 2.709.408 dan korban meninggal mencapai 190.858. Sementara pasien sembuh dari covid-19 menyentuh 738.490 orang. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19DuterteFilipinaLockdownManila
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.