• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mahathir Kecam Rencana Trump Soal Perdamaian Israel – Palestina

by Redaksi Asiatoday
February 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Langgar Hukum Internasional, Mahathir Kecam Sanksi AS Terhadap Iran

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan usulan perjanjian perdamaian Israel—Palestina yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak bisa diterima dan sangat tidak adil.

Dalam pidatonya di Kuala Lumpur, Mahathir mengatakan, rencana yang dijuluki Kesepakatan Abad Ini oleh Trump itu, menyerahkan kota suci Yerusalem kepada Israel dengan sepenuhnya, mengabaikan perasaan jutaan Muslim dan Kristen di seluruh dunia.

“Kesepakatan ini hanya akan membawa lebih banyak konflik ke kawasan itu, dan akan memusuhi miliaran orang di seluruh dunia,” kata Mahathir pada konferensi ketiga Liga Parlemen untuk Al-Quds, melansir Bloomberg, Sabtu (8/2/2020).

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Trump sebelumnya mengungkap proposalnya di acara Gedung Putih bulan lalu bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Para pejabat Palestina tidak berkonsultasi tentang proposal tersebut.

Pendekatan Gedung Putih yang mengarah ke rencana tersebut telah lama dikritik secara internasional karena memberikan kemenangan cepat kepada Israel sementara membuat konsesi untuk Palestina bergantung pada daftar tonggak sejarah.

Tindakan Trump sejak menjabat termasuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan telah banyak menguntungkan Israel dan merugikan Palestina.

Mahathir, kepala pemerintahan tertua di dunia pada usia 94 tahun, selama beberapa dekade dituduh anti-semitisme karena kritik dan serangannya terhadap orang-orang Yahudi. Dia mengatakan mereka telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Palestina dan menciptakan konflik di Timur Tengah.

Pada 2003, Mahathir memprovokasi kemarahan internasional dengan mengatakan orang-orang Yahudi mengadu domba dan menyebabkan perpecahan. Dia kemudian mengatakan kata-katanya terdistorsi oleh media. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Al-QudsDonald TrumpIsraelMahathir MuhamadPalestina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.