• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Malaysia Gagas Bahasa Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN

by Redaksi Asiatoday
March 27, 2022
in CULTURE
Reading Time: 1 min read
A A
0
Lembaran Baru Hubungan Malaysia dan Indonesia

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yaakob. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, mulai menggagas agar bahasa Melayu menjadi bahasa kedua Perkumpulan Negara Asia Tenggara (ASEAN).

“Lebih dari 300 juta populasi ASEAN menggunakan bahasa Melayu dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Melayu memiliki pembicara terbanyak ketujuh di dunia,” kata Ismail Sabri, Rabu (23/3/2022).

“Bahkan di seluruh ASEAN, ada orang yang bisa berbicara bahasa Melayu. Maka dari itu, tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa membuat Melayu sebagai salah satu bahasa resmi ASEAN,” lanjutnya.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

PM Ismail Sabri mengatakan ia akan mendiskusikan gagasan ini dengan pemimpin negara ASEAN lain.

“Saya akan mendiskusikan dengan pemimpin negara ASEAN lain, khususnya negara-negara yang telah menggunakan bahasa Melayu. Saya akan mendiskusikan usulan terkait menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua di ASEAN,” jelasnya.

Melihat kecintaannya kepada bahasa Melayu, Ismail Sabri mengaku ia selalu meminta Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk mempersiapkan catatan dan dokumen lain dalam bahasa tersebut saat mengikuti perjalanan resmi ke luar negeri.

“Kita tidak harus merasa malu atau canggung untuk menggunakan bahasa Melayu di level internasional. Upaya untuk memberdayakan bahasa Melayu juga senada dengan salah satu area prioritas di kerangka Kebijakan Luar Negeri Malaysia yang dirancang pada 7 Desember tahun lalu,” katanya seperti dikutip dari CNA.

Tak hanya itu, Ismail Sabri juga meminta Kementerian Luar Negeri Malaysia untuk memberikan kelas bahasa Melayu kepada staf kementerian yang ditugaskan ke luar negeri.

Ismail menyoroti tentang banyaknya anak dari diplomat Malaysia yang tinggal di luar negeri tak begitu menguasai bahasa Melayu karena sedari kecil sudah ikut orang tua mereka yang bekerja di negeri orang. (ATN)

Tags: AseanMalaysiaMelayu
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.