• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mayat-mayat Korban Covid-19 Bergelimpangan di Jalanan Kota di Ekuador

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mayat-mayat Korban Covid-19 Bergelimpangan di Jalanan Kota di Ekuador

Mayat korban Covid-19 di Ekuador. Ist

ASIATODAY.ID, GUAYAQUIL – Pemerintah Ekuador memerintahkan pasukan keamanan mengevakuasi 150 mayat korban wabah coronavirus (Covid-19) dari jalan-jalan dan rumah-rumah penduduk di kota Guayaquil, pekan lalu. Mirisnya, kota tersebut kini kehabisan peti mati.

Ratusan jasad itu sempat dibiarkan tergeletak di jalan-jalan dan di dalam rumah penduduk selama berhari-hari karena tempat tidur rumah sakit dan kamar mayat sudah penuh. Penduduk setempat tidaka berani menguburkan kerabat mereka karena kota pelabuhan tersebut sedang memberlakukan pembatasan pergerakan yang ketat (lockdown) .

Mayat-mayat Korban Covid-19 Bergelimpangan di Jalanan Kota di Ekuador 1
Mayat korban Covid-19 di Ekuador dibiarkan tergeletak. ist

Menurut pemerintah kota, krisis peti mati memaksa penduduk setempat menggunakan kotak kardus untuk menyimpan jasad-jasad korban.

RelatedPosts

Indonesia, FAO Launch Rural Food Governance Initiative

Indonesia and South Korea Deepen Blue Economy Partnership Through Advanced Ocean Accounting Training

Indonesia Outpaces ASEAN as Global Uncertainty Deepens

Pihak berwenang di kota Guayaquil mengaku telah menerima sumbangan 1.000 peti mati kardus dari produsen lokal, dan mengirimkannya untuk digunakan di dua pemakaman lokal.

“Ini agar mereka dapat memenuhi permintaan,” kata juru bicara balai kota Guayaquil melansir AFP, Senin (6/4/2020).

“Tidak ada peti mati di kota atau (kalau ada) itu sangat mahal,” ujarnya.

Pengusaha Santiago Olivares, yang memiliki rantai usaha rumah duka, mengatakan perusahaannya tidak dapat memenuhi permintaan.

“Saya menjual 40 yang saya miliki di cabang pusat kota, dan 40 lainnya dari kantor pusat saya. Saya harus memesan 10 lagi di akhir pekan dan mereka kehabisan,” kata Olivares kepada AFP.

Peti mati termurah saat ini harganya sekitar USD400.

Olivares mengatakan jam malam yang diberlakukan 15 jam di kota itu berkontribusi pada kekurangan bahan baku dasar untuk pembuat peti mati seperti kayu dan logam.

Pekan lalu, warga mem-posting video di media sosial yang memperlihatkan jasad-jasad yang ditinggalkan di jalan-jalan di kota Guayaquil. Kota ini menjadi episentrum atau pusat wabah Covid-19 di Ekuador.

Pemerintah telah memerintahkan pasukan keamanan mengevakuasi 150 jasad dari jalan-jalan dan rumah penduduk.

“Peti mati kardus akan sangat membantu dalam memberikan penguburan yang bermartabat bagi orang yang meninggal selama darurat kesehatan ini,” tulis Kantor Wali Kota Guayaquil di Twitter. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19Ekuador
No Result
View All Result

Terbaru

  • Southeast Sulawesi Recognizes Five Nickel Mining Companies for Outstanding Regional Tax Compliance
  • Indonesia, FAO Launch Rural Food Governance Initiative
  • Nickel Changed the World: How Indonesia Became the New King of Critical Minerals
  • Indonesia and South Korea Deepen Blue Economy Partnership Through Advanced Ocean Accounting Training
  • Indonesia Outpaces ASEAN as Global Uncertainty Deepens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.