• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Melindungi Togean, Cagar Biosfer Dunia di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 13, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Melindungi Togean, Cagar Biosfer Dunia di Indonesia

Kepulauan Togean. Foto: tezarkodongan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berbagai aksi nyata terus dilakukan untuk melindungi kelestarian kawasan Kepulauan Togean, salah satu Cagar Biosfer Dunia yang ada di Indonesia.

Salah satunya melalui kampanye penyadaran dan edukasi untuk mencegah penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan di perairan laut Togean. Kegiatan itu diprakarsai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksda TNI Adin Nurawaluddin menyatakan, kegiatan ini akan terus digencarkan dalam rangka mendukung implementasi Ekonomi Biru, Laut Sehat (Ocean Health).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Dalam rangka melindungi cagar biosfer dunia dan sebagai upaya mendorong implementasi ekonomi biru, tentu bukan hanya pendekatan penegakan hukum yang kita laksanakan, langkah-langkah penyadartahuan akan menjadi salah satu instrumen penting,” ujar Adin dikutip Sabtu (13/11/2021).

Menurut Ading, kampanye dan edukasi larangan penangkapan ikan dengan cara yang merusak, khususnya dengan bom ikan ini, penting untuk terus dilaksanakan karena masih maraknya praktik pengeboman ikan di berbagai wilayah. Selain itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman terkait dampak negatif pengeboman ikan.

“Kita berikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan serta dampak negatif yang ditimbulkan bom bagi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan,” ungkapnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, kawasan Cagar Biosfer Togean Tojo Una-Una memiliki luas mencapai 2.187.632 hektare dan di jantung Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) yang mempunyai keanekaragaman karang tertinggi di dunia serta hutan bakau dan ekosistem pulau kecil.

“Itulah mengapa kawasan ini perlu dilindungi kelestariannya dari aktivitas penangkapan ikan dengan alat merusak, seperti bom ikan,” ujar Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Halid K. Jusuf.

Lebih lanjut Halid mengungkapkan bahwa kampanye ini merupakan yang kedua kali dilakukan KKP di Kabupaten Tojo Una-Una. Hal ini merupakan upaya Pemerintah dalam pengawasan dan penyadartahuan masyarakat yang berkelanjutan supaya mampu menekan aktivitas destructive fishing di kawasan tersebut.

“Cagar biosfer ini kawasan yang ideal untuk menguji pendekatan yang mengarah pada pembangunan kelautan dan perikanan secara berkelanjutan,” terang Halid.

Dalam upaya memerangi praktik destructive fishing, Direktorat Jenderal PSDKP KKP melaksanakan Kampanye dan Edukasi Penanggulangan Destructive Fishing yang digelar pada 2-5 November 2021 di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

Kegiatan kampanye dan edukasi penanggulangan destructive fishing ini tak hanya diikuti oleh masyarakat nelayan di Kepulauan Togean, melainkan juga siswa-siswa sekolah dasar. Hal ini dilakukan supaya generasi-generasi muda dapat lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian sumber daya laut untuk kehidupan di masa depan.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah berkomitmen untuk menerapkan prinsip ekonomi biru pada sektor kelautan dan perikanan. Hal ini diwujudkan melalui penyiapan roadmap pembangunan sektor kelautan dan perikanan hingga 25 tahun ke depan yang sesuai dengan prinsip ekonomi biru. (ATN)

Tags: Cagar Biosfer TogeanCoral TriangleKonservasi Laut
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.