• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Menko Luhut Minta Presiden Hentikan Impor Garam

by Redaksi Asiatoday
July 23, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menko Luhut Minta Presiden Hentikan Impor Garam

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan (kanan) Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan (kanan). Foto : Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta kepada Presiden Jokowi agar menghentikan impor garam. Pasalnya, kebijakan impor selama ini memicu penurunan harga garam di dalam negeri.

“Saya sudah sarankan dan minta kepada bapak presiden supaya jangan lagi impor-impor garam, karena itu bikin kacau,” terang Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Menurut Luhut, impor garam tidak perlu dilakukan, terutama ketika para petambak sedang melakukan panen, karena pada saat itu hasil produksi meningkat.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Kalau keran impor dibuka, jumlah pasokan garam di dalam negeri menjadi kian berlimpah. Dampaknya, pasokan akan tetap tinggi, meski sudah dikurangi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Luhut mengatakan, kebijakan impor membuat harga garam di petambak akan jatuh seperti yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir. Misalnya, harga garam konsumsi di tingkat petambak di Cirebon, Jawa Barat sempat menyentuh angka Rp400 per kilogram (kg), padahal normalnya Rp750-800 per kg.

Karena itu, Luhut memandang, Indonesia tak perlu impor garam karena pemerintah tengah membangun industri garam nasional. Hal ini diwujudkan dengan membuka lahan garam sekitar 5.270 hektare di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perhitungannya, lahan tersebut akan menambah pasokan garam nasional sekitar 800 ribu ton pada 2021 ketika hasil pengolahan lahan sudah benar-benar bisa dinikmati.

“Indonesia tidak usah lagi impor-impor, apalagi sekarang kita sedang mempersiapkan Industri Garam Nasional,” tegasnya.

Di sisi lain, Luhut memandang, kebijakan impor garam juga hanya menambah defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bagi Indonesia. Padahal, pemerintah ingin kedua defisit di kedua neraca membaik, sehingga memberi dampak positif kepada perekonomian secara keseluruhan.

“Sekarang yang bikin current account deficit kan terlalu banyak impor, kita (Indonesia) tidak produksi. Makanya sudah, kita hentikan,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Impor GaramIndustri Garam NasionalJokowi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.