• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Mitigasi Topan Goni, Filipina Evakuasi Lebih 200 Ribu Warga

by Redaksi Asiatoday
October 31, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mitigasi Badai Molave, Filipina Evakuasi Ribuan Warga

Badai dan Topan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Filipina memerintahkan lebih 200 ribu warganya untuk mengevakuasi diri, Sabtu (31/10/2020). Peringatan ini sebagai langkah mitigasi datangnya Topan Goni yang diklaim sebagai  topan terkuat, pada Minggu (1/11/2020) besok.

Otoritas setempat mengingatkan, topan tersebut dapat melahirkan gelombang badai dan angin yang merusak.

Badan Meteorologi Filipina memperkirakan topan Goni bakal menghantam ujung tenggara pusat pulau Luzon pada esok pagi. Sebelum kemudian mendarat dengan kecepatan angin hingga 205 kilometer per jam pada sore harinya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Sepertinya kita akan menghadapi bencana angin kencang, yang kemungkinan akan menyebabkan banjir dan tanah longsor yang meluas di sejumlah daerah,” kata Juru Bicara Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Mark Timbal dilansir dari AFP, Sabtu (31/10/2020).

Prediksi bencana itu sekaligus menambah rentetan bencana alam di Filipina dalam sebulan ini. Pasalnya, pekan lalu Topan Molave juga menghantam wilayah yang sama dan menewaskan 22 orang.

Topan tersebut juga mengakibatkan banjir yang merendam desa-desa dataran rendah dan lahan pertanian.

“Kami memantau gunung berapi Mayon dan Taal untuk kemungkinan aliran lumpur vulkanik,” imbuh Mark Timbal.

Angin kencang dan curah hujan tinggi diperkirakan dapat memicu banjir dan tanah longsor di wilayah berpenduduk lebih dari 20 juta orang itu.

Saat ini menurut Timbal, pihak berwenang tengah meningkatkan antisipasi di wilayah Bicol tenggara Manila, serta mengatur transportasi, logistik, dan kelengkapan tim tanggap darurat menjelang prediksi topan goni.

Selain itu, bangunan sekolah-sekolah yang telah kosong sejak awal pandemi Covid-19 akan digunakan sebagai tempat penampungan darurat, serta pusat evakuasi yang bakal dikelola pemerintah.

Sementara itu, Juru Bicara Pertahanan Sipil Daerah Alexis Naz mengungkapkan upaya evakuasi berjalan cukup sulit lantaran terjadi di tengah pandemi. Sebab protokol kesehatan Covid-19 meliputi jaga jarak bakal sulit diterapkan di tengah minimnya jumlah fasilitas evakuasi.

Ia pun menyebut, saat ini maksimal hanya lima orang yang diizinkan untuk berlindung di satu ruang sekolah yang sebelumnya dapat menampung 16 orang.

“Mengevakuasi orang lebih sulit saat ini karena Covid-19,” kata Alexis Naz.

Filipina sendiri menurut Alexis Naz, menjadi langganan rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun. Bencana alam ini mengakibatkan gagal panen, rusaknya rumah dan infrastruktur, sehingga membuat jutaan orang tetap miskin.

Tercatat, topan paling mematikan yang pernah tercatat adalah Topan Super Haiyan, yang menimbulkan gelombang raksasa di pusat kota Tacloban dan menyebabkan lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang pada tahun 2013 silam. (ATN)

Tags: Bencana AsiaClimate ChangeFilipina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.