• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Museum, Tempat Aman Beraktivitas di Ruangan Selama Pandemi

by Redaksi Asiatoday
March 1, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
Usai Hagia Sophia, Erdogan Ubah Museum Bersejarah Jadi Masjid

Museum Kariye di Turki. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Museum Dianggap sebagai salah satu tempat yang aman beraktivitas di dalam ruangan selama pandemi Covid-19.

Studi terbaru dari Berlin Institute of Technology (TU Berlin) di Jerman menyatakan risiko terinfeksi Covid-19 melalui partikel aerosol di museum jauh lebih rendah dibanding di supermarket, restoran, kantor, atau moda transportasi umum.

Alasannya, saat mengunjungi museum, pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan ketat seperti memakai masker. Kemudian museum hanya terisi 30 persen dari total kapasitas. Ini menunjukkan bahwa museum menjadi yang terendah terkena paparan Covid-19 dibandingkan jenis aktivitas lainnya di dalam ruangan.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Aktivitas lainnya di dalam ruangan itu seperti bersantap di restoran, olahraga di gym, berenang di kolam renang  indoor, menonton di bioskop, berbelanja di supermarket, bekerja di kantor, hingga kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Disebutkan lebih lanjut, variabel yang dipertimbangkan dalam studi tersebut adalah kualitas aliran udara, jenis aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan, serta takaran partikel aerosol yang dihirup orang di dalam ruangan.

“Dari studi ini adalah situasi di mana banyak orang berkumpul di dalam ruangan yang terbatas. Di sana kita tidak bisa mendapatkan ventilasi yang memadai. Ini akan selalu jadi situasi yang tak menguntungkan,” ujar Martin Kriegel, pemimpin studi terbaru tersebut dikutip dari Fox News, Senin (1/3/2021).

Studi ini juga menyebutkan bahwa aktivitas seperti berbelanja makanan, ke restoran dan makan di dalam ruangan, atau olahraga di gym punya risiko penularan Covid-19 dua kali lipat daripada mengunjungi museum.

Hal itu tidak terlalu mengejutkan, karena museum biasanya memang selalu membatasi pengunjung dan punya berbagai aturan yang cukup ketat, bahkan sebelum ada pandemi.

Misalnya, situasi museum harus selalu tenang, tidak boleh makan dan minum dan tidak boleh berisik selama kita berada didalamnya. Ironisnya, sejumlah museum di beberapa negara termasuk di Eropa dan Amerika, justru banyak yang tutup sementara di masa pandemi ini. (ATN)

Tags: Museum
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.