• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Myanmar Tutup Penerbangan Internasional hingga Akhir Januari 2021

by Redaksi Asiatoday
January 2, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Myanmar Klaim Masih Zero Kasus Covid-19

Negara Myanmar. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Myanmar melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi, telah memperpanjang masa penangguhan sementara penerbangan internasional  hingga akhir Januari 2021.

Kebijakan itu untuk membendung penyebaran varian baru COVID-19 ke negeri itu melalui perjalanan udara.

Dikutip dari Business Standard, Sabtu (2/1/2021), langkah tersebut akan terus diperpanjang karena infeksi penyakit meningkat di sebagian besar negara. Diskusi sedang dilakukan di antara kementerian terkait untuk tahap demi tahap dimulainya kembali penerbangan komersial internasional sejalan dengan prosedur standar perawatan kesehatan, di mana ini mengacu pada situasi wabah.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Hingga 30 Desember 2020, Myanmar telah melaporkan 123.470 kasus infeksi COVID-19 dengan 2.664 kematian, menurut rilis dari Kementerian Kesehatan dan Olahraga.

Sebelumnya, Myanmar telah meluncurkan tur penerbangan tamasya non-pendaratan pertama dengan jadwal Yangon-Kyaikhtiyo-Hpa-an untuk meningkatkan pariwisatanya.

Pesawat meninggalkan Bandara Internasional Yangon dan terbang rendah di atas area Pagoda Kyaihtiyo di Negara Bagian Mon dan Gunung Hpa-an dan Zwegabin di Negara Bagian Kayin, serta tempat-tempat penting lain.

“Kami memulai tur penerbangan tamasya ini dengan jadwal Kyaikhtiyo-Hpa-an. Kami juga berencana untuk melakukan tur penerbangan ke area terdekat lain. Turnya sekarang 30 menit. Kami juga akan merencanakan tur selama satu jam,” kata Presiden Asosiasi Travel Myanmar, Naung Naung Han, menurut laporan Eleven Myanmar.

Penerbangan dimulai dari dan kembali ke Yangon. Total ada 35 penumpang di dalam pesawat tersebut. Tur penerbangan tamasya tanpa mendarat pertama dilakukan dengan penerbangan ART-72 dari Myanmar National Airlines.

Pesawat terbang lima ribu kaki di atas tanah untuk menghormati Pagoda Kyaihtiyo dan tiga ribu kaki di atas tanah untuk pemandangan Gunung Zwegabin.

Naung Naung Han mengatakan, maskapai lain juga merencanakan tur penerbangan tamasya yang berbasis di wilayah Mandalay untuk melihat tempat-tempat spektakuler, seperti Bagan dan Inlay.

Namun, belum ada keterangan lanjutan soal ini, mengingat kondisi yang terus berubah dengan cepat. (ATN)

Tags: Asia TravelMyanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.