• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

NASA Abadikan Foto Sungai Emas di Hutan Amazon

by Redaksi Asiatoday
February 15, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
NASA Abadikan Foto Sungai Emas di Hutan Amazon

NASA Abadikan Foto Sungai Emas di Hutan Amazon di Peru. Dok NASA

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto-foto menakjubkan yang memperlihatkan ‘sungai emas’ di hutan hujan Amazon, Peru.

Foto yang menunjukkan kilauan emas memenuhi aliran sungai itu diambil pada Desember 2020.

Dikutip dari BBC, Minggu (14/2/2021), foto-foto itu diambil seorang astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). NASA menyebut, gambar menakjubkan itu merupakan lubang atau tambang emas yang diyakini ilegal.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Lubang-lubang tersebut biasanya tak terlihat jelas dari ketinggian, namun kali ini berhasil diabadikan karena diterangi sinar matahari dan cuaca cerah. Ini menjadi bukti maraknya penambangan emas yang merusak wilayah Madre de Dios, Peru.

Peru dikenal sebagai pengekspor emas terkemuka, dan Madre de Dios merupakan rumah bagi pelaku industri pertambangan logam mulia itu.

Bisnis pertambangan emas tidak diatur dengan regulasi yang jelas di negara itu sehingga siapa saja bebas mengeksplorasi.

Pertambangan ilegal disebut telah meracuni warga lokal karena berton-ton merkuri digunakan untuk mengekstrak emas. Para ilmuwan mengatakan sejumlah besar merkuri dilepaskan ke sungai atau dibiarkan menguap.

Kawasan tersebut juga merupakan pusat keanekaragaman hayati dan industri ekstraktif. Terdapat banyak spesies hewan, seperti monyet, jaguar, dan kupu-kupu. Namun, aktivitas di sana semakin memperparah penebangan pohon dan perusakan habitat penting.

Pada Januari 2019, studi Observasi Proyek Amazon Andes mengungkap, pertambangan emas telah menghancurkan sekitar 22.930 hektare hutan Amazon di Peru sepanjang 2018.

Didukung oleh kenaikan harga emas, masyarakat lokal melihat peluang untuk mencari nafkah dari pertambangan. Terdapat puluhan ribu penambang skala kecil yang bekerja di wilayah subur tersebut. (ATN)

Tags: Hutan AmazonKeanekaragaman HayatiTambang Emas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.