• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Nepal Larang Penggunaan Plastik di Pegunungan Everest

by Redaksi Asiatoday
August 26, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Nepal Larang Penggunaan Plastik di Pegunungan Everest

Wisatawan mendaki Gunung Everest. ist

ASIATODAY.ID, KATHMANDU – Pemerintah di Nepal mengumumkan plastik sekali pakai di sekitar Pegunungan Everest akan sepenuhnya dilarang tahun depan.

Pelarangan itu sebagai bagian dari upaya mencegah polusi yang ditinggalkan oleh pendaki dan wisatawan di gunung tertinggi dunia.

Nepal mengatakan penggantian batangan botol plastik dan plastik sekali pakai di bawah tebal 0,1212 inci di Khumbu, sebuah wilayah Pegunungan Everest di sisi Nepal. Toko setempat juga akan dilarang menjual produk-produk tersebut.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Semua jenis kantong plastik, botol, dan barang-barang yang tidak memenuhi standar akan dilarang di sini. Siapa pun yang menggunakan barang-barang plastik yang dilarang akan didenda,” kata Ganesh Ghimire, kepala petugas administrasi Kota Pedesaan Khumbu Pasanglhamu, mengatakan kepada myRepublica.

“Penduduk setempat sekarang benar-benar prihatin dengan masalah perubahan iklim dan polusi berlebihan di wilayah Khumbu, jadi kali ini larangan itu akan efektif,” kata Ghimire, disitat dari UPI, Sabtu (24/8/2019).

Aturan baru, yang mulai berlaku 1 Januari, muncul setelah peningkatan pariwisata baru-baru ini disertai meningkatnya jumlah sampah pengunjung yang tertinggal.

Larangan serupa pada 1999 tidak pernah diterapkan, sebagian karena perlawanan dari penduduk setempat. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Climate ChangeClimate EmergencyEverestPerubahan IklimStop Plastik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.