• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pacu Industri Otomotif, China Tak Pangkas Subsidi Mobil Listrik

by Redaksi Asiatoday
January 14, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pacu Industri Otomotif, China Tak Pangkas Subsidi Mobil Listrik

Industri mobil listrik di China. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah China menyatakan tidak akan mengurangi subsidi untuk mobil listrik atau new energy vehicles (NEV) secara signifikan pada 2020.

Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Miao Wei sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah tidak akan kembali menyapih subsidi mobil listrik pada Juli 2020.

“Sebelumnya memang ada pemotongan subsidi pada Juli tahun lalu, dan semua orang mempertanyakan apakah akan ada pemotongan akan kembali dilakukan pada tahun ini. Hari ini saya memastikan bahwa kami tidak akan lagi memotong subsidi pada Juli tahun ini,” kata Miao Wei dalam forum EV100, akhir pekan lalu, melansir Reuters, Selasa (14/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Program subsidi untuk NEV telah berlangsung selama 5 tahun mulai 2016. Sebelumnya, dikabarkan pemerintah China akan mencabut subsidi tersebut sepenuhnya setelah 2020. Pemerintah mendapatkan kritik karena dinilai membuat sejumlah pelaku industri terlalu bergantung pada subsidi itu.

Sebelumnya, Pemerintah China memang telah memotong sebagian subsidi untuk NEV pada Juli 2019. Hal ini membuat penjualan NEV di China turun untuk pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir. Sejak saat itu, tren penurunan penjualan terus berlangsung.

Miao juga memaparkan bahwa penjualan NEV pada tahun lalu mencapai 1,2 juta unit, turun dari 1,2 juta pada 2018. Adapun, bulan terakhir pada 2019 menyumbang penjualan sebanyak 163.000 unit terhadap total penjualan NEV 2019.

Keputusan pemerintah China untuk tidak kembali memotong subsidi untuk mobil listrik disambut positif oleh para pelaku industri.

Salah satunya adalah Pejabat Executive Xpeng Motors He Xiaoping yang menyebut kabar ini adalah berita terbaik bagi industri mobil listrik di negeri itu. Dia juga menyebut kebijakan ini sangat krusial untuk keberlangsungan industri tersebut.

Tak hanya Xpeng Motors, sejumlah pelaku industri mobil listrik China lainnya seperti Nio dan BYD turut menyambut positif keputusan tersebut. Pabrikan mobil listrik asal AS, Tesla, juga tak ketinggalan, akan sangan diuntungkan dengan kebijakan ini setelah mengamankan jatah subsidi NEV pada Desember 2019. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: ChinaIndustri Kendaraan ListrikIndustri Mobil Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.