• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir dalam Dua Tahun

by Redaksi Asiatoday
August 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
WHO Serukan Seluruh Negara Perbanyak Tes Corona

WHO Director General Tedros Ghebreyesus. Doc

ASIATODAY.ID, JENEWA – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa pandemi coronavirus (Covid-19) dapat berakhir dalam kurun waktu dua tahun.

Berbicara di Jenewa pada Jumat 21 Agustus, Tedros mengatakan flu Spanyol pada 1918 juga selesai dalam kurun waktu dua tahun.

Namun teknologi saat ini memungkinkan komunitas dunia untuk menghentikan virus “dalam kurun waktu yang lebih pendek.”

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

“Tentu saja dengan konektivitas yang lebih terhubung, virus menjadi lebih cepat menyebar,” kata Tedros, dilansir BBC, Sabtu (22/8/2020).

“Namun di waktu bersamaan, kita juga mempunyai teknologi dan pengetahuan untuk menghentikannya,” sambung dia, sambil menekankan pentingnya “kesatuan nasional dan solidaritas global.”

Flu Spanyol pada 1918 telah menewaskan sedikitnya 50 juta orang. Covid-19 sejauh ini telah menewaskan hampir 800 ribu dan menginfeksi lebih dari 22,7 juta orang.

Dalam kesempatan yang sama, Tedros mengomentari pernyataan mengenai korupsi terkait alat pelindung diri (APD) selama berlangsungnya pandemi. Ia menyebut praktik korupsi semacam itu sebagai aksi “kriminal.”

“Segala jenis korupsi sama sekali tidak dapat diterima,” ungkapnya.

“Khusus untuk korupsi terkait APD, bagi saya itu bisa disebut pembunuhan. Karena jika pekerja kesehatan bekerja tanpa APD, nyawa mereka menjadi taruhannya. Nyawa orang-orang di sekeliling mereka juga terancam,” sambung Tedros.

Meski pernyataan tersebut ditujukan kepada korupsi di Afrika Selatan, banyak negara mengalami masalah serupa. (ATN)

Tags: COVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.