• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Para Ilmuwan Temukan Kembaran Bumi dan Matahari di Planet Ekstrasurya

by Redaksi Asiatoday
June 11, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Para Ilmuwan Temukan Kembaran Bumi dan Matahari di Planet Ekstrasurya

Para ilmuwan dari Institut Max Planck mengklaim menemukan planet ekstrasurya. Foto : Institut Max Planck

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan astronomi mengklaim telah menemukan planet ekstrasurya yang berpotensi dihuni. Bintang di planet itu juga disebut merupakan cerminan Bumi dan matahari di tata surya saat ini.

Para ilmuwan dari Institut Max Planck untuk Penelitian Sistem Tata Surya memimpin tim astronom internasional dalam penemuan pasangan bintang-planet ekstrasurya tersebut. Mereka menamai planet ekstrasurya tersebut dengan KOI-456.04. Ukurannya dikabarkan dua kali ukuran Bumi.

Melansir Fox News, Max Planck Institute menyampaikan KOI-456.04 mengorbit seperti matahari dan berjarak hanya 3.000 tahun cahaya dari tata surya. Untuk mengukur jarak di ruang angkasa, satu tahun cahaya sama dengan sekitar 6 triliun mil.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“KOI-456,04 berada di wilayah zona layak huni, sebanding dengan posisi Bumi di sekitar Matahari,” tulis laporan penelitian mereka.

Para ahli juga mencatat bahwa bintang induk KOI-456.04 tidak seperti bintang pusat dari kebanyakan planet ekstrasurya lainnya. Bintang induknya, yang disebut Kepler-160 memancarkan cahaya seperti matahari.

“Di sisi lain, Kepler-160 memancarkan radiasi infra merah lebih kecil dan lebih redup daripada Matahari dan karenanya termasuk dalam kelas bintang katai merah,” kata para ilmuwan dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomi & Astrofisika.

Para ilmuwan mengaku menggunakan algoritma pencarian baru untuk menemukan kandidat planet KOI-456.04, yang memiliki jari-jari bumi 1.9 dan periode orbit 378 hari.

Mereka juga menyebut kondisi permukaan pada KOI-456.04 bisa serupa dengan yang diketahui di Bumi, namun atmosfernya tidak terlalu masif dan tidak menyerupai Bumi.

“Jumlah cahaya yang diterima dari bintang induknya sekitar 93 persen dari sinar matahari yang diterima di Bumi,” bunyi laporan penelitian itu.

Melansir Extreme Tech, tim mengembangkan model fisik baru variasi kecerahan bintang menggunakan data Kepler asli. Algoritma itu kemudian mengidentifikasi kemungkinan exoplanet yang jauh lebih kecil daripada planet lain yang diketahui mengorbit Kepler-160.

KOI-456,04 sejauh ini yang tidak memiliki sebutan Kepler resmi karena masih perlu diverifikasi. Tim memperkirakan peluang 85 persen bahwa KOI-456,04 benar-benar ada.

KOI-456.04 adalah penemuan penting karena ia dan bintang induknya mencerminkan tata surya manusia di bumi. Kepler-160 adalah bintang katai kuning seperti matahari, sedangkan banyak bintang yang menerima exoplanet adalah tipe katai merah yang jauh lebih umum.

KOI-456.04 adalah planet berbatu seperti bumi dan diduga bisa memiliki air di permukaan. (ATN)

Tags: AstronomiEarthEkstrasuryaPlanet Bumi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.