• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB: Dunia Hadapi Krisis Paling Buruk Sejak Perang Dunia II 

by Redaksi Asiatoday
April 1, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PBB: Dunia Hadapi Krisis Paling Buruk Sejak Perang Dunia II 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengatakan, saat ini dunia menghadapi krisis yang paling menantang sejak Perang Dunia II setelah angka kematian akibat coronavirus (Covid-19) mencapai lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang mengancam orang-orang di setiap negara, kali ini akan mengakibatkan resesi “yang mungkin tidak memiliki persamaan di masa lalu.”

“Ada juga risiko bahwa kombinasi penyakit dan dampak ekonominya akan berkontribusi pada “peningkatan ketidakstabilan, kerusuhan, dan konflik,” ujar Guterres seperti dikutip CNA, Rabu (1/4/2020).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Pernyataan itu disampaikannya pada acara peluncuran laporan tentang dampak sosial ekonomi Covid-19.

Sementara itu, angka kematian di Amerika Serikat akibat wabah ini telah melampaui penghitungan resmi di China. Negara itu kini mencatat lebih dari 3.400 angka kematian, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins seperti dikutip Aljazeera.com.

Dengan data itu berarti AS sekarang memiliki angka kematian tertinggi ketiga setelah Italia dan Spanyol. Sedangkan, untuk jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia juga disandang negara itu dengan lebih dari 175.000 kasus.

Karena itu, AS sekarang sedang mempertimbangkan pembatasan lebih lanjut dari pergerakan orang untuk mengekang penyebaran virus mematikan itu.

Sementara itu, Spanyol, Inggris dan Prancis masing-masing melaporkan lompatan kematian sehari terakhir terbesar sejak awal pandemi.

Di seluruh dunia, lebih dari 820.000 orang telah dipastikan memiliki virus Covid-19 dan setidaknya 174.000 telah pulih. Adapun lebih dari 40.000 orang tewas. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: CoronavirusCOVID-19Pandemi GlobalUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.