• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB: Hentikan Kekerasan Terhadap Etnis Asia di AS

by Redaksi Asiatoday
March 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat Bahas Kudeta Militer di Myanmar

Markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Dok

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar segala bentuk kekerasan terhadap etnis atau warga keturunan Asia di Amerika Serika (AS) diakhiri.

Menurut keterangan deputi juru bicara PBB Farhan Haq pada Senin kemarin, “sekretaris jenderal sangat khawatir” mengenai kekerasan yang menimpa etnis Asia selama pandemi Covid-19.

“Dunia telah menyaksikan berbagai serangan mematikan, kekerasan fisik maupun verbal, perundungan di sekolah, ujaran kebencian di media sosial, dan segala bentuk perlakuan buruk dari sekelompok orang,” ujar Haq.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Di beberapa negara, perempuan Asia secara spesifik menjadi target serangan bernuansa kebencian. Kami ingin semua ini dihentikan,” lanjut Haq, sebagaimana dilaporkan The Week, Selasa (23/3/2021).

Pernyataan Guterres yang disampaikan melalui Haq merupakan respons PBB atas penembakan di tiga spa wilayah Atlanta, Georgia, yang menewaskan delapan orang. Enam dari delapan korban tersebut adalah perempuan keturunan Asia.

Penembakan tersebut merupakan satu dari sejumlah aksi kekerasan yang menimpa masyarakat Asia Amerika. Jumlah kekerasan semacam itu terus meningkat dari waktu ke waktu  di AS, terutama sejak pandemi Covid-19.

Sejumlah pihak menduga tren peningkatan serangan ini terkait Covid-19 yang berasal dari kota Wuhan, China. Hal ini diperparah pernyataan mantan presiden AS Donald Trump yang berulang kali menyebut Covid-19 sebagai “virus China.”

“Ribuan insiden dalam satu tahun terakhir merupakan bentuk intoleransi, penetapan stereotipe, eksploitasi, dan aksi kekerasan yang sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu,” ungkap Haq.

“Sekjen mengekspresikan dukungan penuhnya bagi semua korban beserta keluarga mereka. Beliau juga berdiri tegak bersama mereka yang selama ini menghadapi rasisme dan berbagai aksi kekerasan,” pungkasnya. (ATN)

Tags: StopAsianHateUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.