• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Khawatir Krisis Kelaparan di Suriah Kian Memburuk Selama Pandemi

by Redaksi Asiatoday
June 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PBB Khawatir Krisis Kelaparan di Suriah Kian Memburuk Selama Pandemi

Warga di Suriah mengantri bantuan makanan. Dok

ASIATODAY.ID, JENEWA – Beberapa agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan bahwa krisis kelaparan di Suriah terancam memburuk di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19.

Kendati saat ini situasinya masih relatif terkendali, namun dikhawatirkan sewaktu-waktu kian memburuk.

Dalam konferensi di Jenewa, Program Makanan Dunia (WFP) mengatakan bahwa jumlah orang yang kekurangan makanan di Suriah telah meningkat 1,4 juta dalam 6 bulan terakhir.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Harga makanan juga melonjak lebih dari 200 persen dalam setahun terakhir karena ambruknya perekonomian negara tetangga, Lebanon dan juga pembatasan seputar covid-19 di Suriah,” kata juru bicara WFP Elisabeth Byrs, melansir Asharq al-Awsat, Sabtu (27/6/2020).

Setelah konflik bersenjata di Suriah berlangsung selama 9 tahun, lebih dari 90 persen populasi di negara tersebut hidup dengan penghasilan di bawah USD2 atau Rp28 ribu per hari.

Menurut Akjemal Magtymova, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Suriah, kebutuhan kemanusiaan bagi warga Suriah semakin bertambah besar di tengah pandemi covid-19.

“Kurang dari separuh rumah sakit umum di Suriah beroperasi dengan baik. Sementara separuh dari total pekerja kesehatan telah melarikan diri dari Suriah sejak dimulainya konflik,” kata Magtymova.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di Suriah telah mencapai 255 dengan 8 kematian dan 102 pasien sembuh.

“Angka-angka saat ini kemungkinan jauh dari jumlah sebenarnya, dan ini bukan hal aneh di Suriah,” sebut Richard Brennan, direktur urusan darurat WHO untuk kawasan Timur Tengah.

Brennan khawatir penyebaran covid-19 di Suriah dapat berlangsung seperti di Irak, Mesir, atau Turki, yang awalnya relatif lambat, kemudian melonjak tajam dalam waktu singkat. (ATN)

Tags: KelaparanSuriahUnited NationsWorld Food Programme
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.