ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan dan kekhawatirannya tentang kemungkinan diskriminasi terhadap kelompok orang tertentu karena epidemi virus corona baru.
“Sangat mudah untuk pindah ke perspektif dimana cenderung ada diskriminasi, cenderung ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan cenderung ada stigma pada orang tak berdosa hanya karena etnis mereka,” kata Guterres dalam konferensi pers, melansir AFP, Rabu (5/2/2020).
“Kami minta solidaritas internasional yang kuat, serta dukungan yang kuat kepada China dalam situasi sulit ini, tetapi juga bagi negara-negara lain yang mungkin terkena dampak,” ujar Guterres.
“PBB suarakan keprihatinan yang kuat untuk menghindari stigmatisasi orang-orang yang tidak bersalah dan yang mungkin menjadi korban dari situasi itu,” tuturnya.
Mengenai upaya China untuk membendung penyebaran virus corona, ia mengatakan China telah mengerahkan sumber daya yang sangat besar dan kapasitas yang sangat besar untuk merespons, sesuatu yang diakui PBB sepenuhnya.
Dia juga menggarisbawahi dukungan badan-badan PBB untuk mendukung China melawan epidemi, menunjuk pada pekerjaan yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“WHO telah sangat aktif berusaha mendukung China dan mendukung negara-negara lain dimana kasus telah dikembangkan,” jelasnya.
Selain itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi dan Dana Anak-anak PBB (UNICEF) juga cukup aktif dalam merespons epidemi ini.
Menurut Guterres, virus corona adalah sesuatu dengan dimensi, yang kadang-kadang sulit untuk sepenuhnya ditanggapi. Tetapi PBB meurut Guterres menekankan bahwa pihaknya berusaha memobilisasi kapasitas dan sumber daya terbaik.
Hingga saat ini korban tewas akibat virus corona mencapai 493 dan korban terinfeksi mencapai 24.505 jiwa. Sementara jumlah korban yang berhasil disembuhkan mencapai 902 orang. (ATN)
,’;\;\’\’
