• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PBB Serukan Armenia dan Azerbaijan Akhiri Konflik

by Redaksi Asiatoday
September 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Efek Covid-19, Ekonomi Dunia Mundur Puluhan Tahun

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengkhawatirkan meluasnya konflik terbaru antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh pada Minggu 27 September.

Sedikitnya 23 orang dilaporkan tewas dalam konflik terbaru antar kedua negara.

Menurut keterangan juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, Guterres sangat khawatir atas berlanjutnya aksi saling bermusuhan di sepanjang zona konflik Nagorno-Karabakh.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Ia mengecam penggunaan kekuatan dan menyesalkan adanya korban jiwa,” sambung Dujarric, dikutip dari Xinhua, Senin (28/9/2020).

Guterres meminta Armenia dan Azerbaikan untuk segera menghentikan pertempuran, menurunkan ketegangan, dan kembali bernegosiasi. Ia berencana berbicara langsung dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.

Selain itu, Guterres juga menegaskan kembali dukungannya terhadap peran penting Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) dalam konflik Armenia-Azerbaijan. Ia mendorong Armenia dan Azerbaijan berkoordinasi dengan OSCE untuk melanjutkan dialog damai tanpa syarat.

Dalam konflik terbaru, Armenia mengaku telah menembak jatuh dua helikopter dan tiga drone, serta menghancurkan tiga tank.

“Bersiaplah untuk melindungi tanah air kita,” ujar PM Pashinyan.
 
Ia memperingatkan ancaman terjadinya “perang berskala besar” di kawasan, dan mendorong komunitas internasional untuk bersatu demi mencegah adanya ketegangan lebih lanjut.
 
Sementara dari Azerbaijan, Presiden Ilham Aliyev mengaku yakin dapat menguasai kembali Nagorno-Karabakh. Usai meletusnya pertempuran terbaru, status darurat militer diterapkan di beberapa wilayah Azerbaijan, Armenia, dan juga Nagorno-Karabakh.

Ketegangan kedua negara di Pegunungan Kaukasus belum juga terselesaikan selama lebih dari tiga dekade. Pertempuran antar Armenia dan Azerbaijan kerap terjadi dari waktu ke waktu. (ATN)

Tags: ArmeniaAzerbaijanUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.