• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pembukaan Kegiatan Ekonomi di Asia Harus Bertahap Hingga Vaksin Covid-19 Ditemukan

by Redaksi Asiatoday
April 27, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pembukaan Kegiatan Ekonomi di Asia Harus Bertahap Hingga Vaksin Covid-19 Ditemukan

Kantor Morgan Stanley. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Riset terbaru Morgan Stanley menyebutkan, momentum pemulihan ekonomi di Asia menuju kuartal kedua 2020, mengalami pelemahan dari Maret, kecuali Jepang.

Kondisi itu menyusul dampak pembatasan pergerakan manusia dan barang untuk membendung penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Kelanjutan dari soft social distancing yang membuat kegiatan ekonomi dapat berlangsung tanpa risiko penyebaran Covid-19, kemungkinan akan membatasi pemulihan ekonomi pada semester kedua tahun ini.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Morgan Stanley memandang, soft social distancing kemungkinan akan menjadi kondisi normal yang baru hingga vaksin Covid-19 ditemukan.

Karena itu, pembukaan ekonomi tidak bisa dilakukan secara serempak di semua industri, melainkan bertahap.

Tindakan lockdown sudah pasti merupakan beban untuk pertumbuhan jangka pendek.

Bagi negara yang melakukan lockdown, pembukaan kembali secara bertahap aktivitas ekonomi pada sektor-sektor tertentu, dengan aturan pedoman kesehatan masyarakat yang ketat dapat menjadi langkah berikutnya sebelum beralih ke soft social distancing untuk menyeimbangkan kegiatan ekonomi tanpa risiko penyebaran virus Corona.

“Dengan rasionalisasi seperti ini, soft social distancing tidak mungkin akan dihapus total bagi perekonomian yang telah melewati masa Covid-19 terburuk sekalipun,” kata para peneliti Morgan Stanley dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2020).

Sementara, tindakan lockdown akan memberikan hambatan paling signifikan di kuartal pertama bagi China. Sedangkan untuk negara Asia lainnya kecuali Jepang, dampaknya akan terasa pada kuartal kedua 2020.

“Kelanjutan dari soft social distancing yang stabil hingga vaksin ditemukan kemungkinan akan membatasi laju pemulihan pada semester kedua 2020,” lanjutnya.

Data menunjukkan, penggunaan kendaraan umum di ibu kota 10 negara Asia berkurang drastis selama masa pembatasan ini.

Di Jakarta, angka pengurangannya mencapai 89,6 persen, sementara di Kuala Lumpur, Malaysia 94,0 persen. Di Singapura berkurang 74,6 persen, di Bangkok berkurang 78,5 persen, Taipei 50,9 persen, Seoul 50,0 persen dan Hong Kong 39,0 persen. (ATN)

Tags: Corona AsiaCOVID-19Morgan StanleyPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.