• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pemerintah Diminta Tahan Kuota Produksi dan Ekspor Batu Bara

by Redaksi Asiatoday
July 22, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemerintah Diminta Tahan Kuota Produksi dan Ekspor Batu Bara

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk menghindari agar pasokan tidak berlebih, pemerintah diminta untuk tidak lagi menambah kuota produksi batu bara pada tahun ini. Seruan itu datang dari Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, peningkatan kuota produksi tidak memungkinkan dilakukan pada tahun ini ditengah kondisi harga batu bara yang terus merosot.

Apabila kondisi seperti tahun lalu berupa peningkatan kuota produksi hingga hampir 100 juta ton yang dilakukan pada kuartal II/2018 terjadi lagi, maka harga batu bara akan semakin tertekan. Adapun pada tahun lalu rencana produksi awal sebanyak 485 juta ton, tetapi realisasinya membengkak menjadi 557 juta ton.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan produksi batu bara nasional sebanyak 489 juta ton.

Hendra menyadari pemerintah perlu meningkatkan penerimaan negara. Hanya saja, dengan kondisi yang tidak begitu kondusif tahun ini, pilihan untuk melakukan peningkatan kuota produksi akan sangat merugikan pengusaha.

“Pemerintah perlu berpikir ulang lagi kalau ingin membuka keran dan melonggarkan produksi di semester berikutnya,” terangnya melalui keterangan persnya, Senin (22/7/2019).

Menurutnya, pilihan untuk membuka pasar ekspor baru juga tidak mudah dilakukan. Salah satunya Vietnam yang menjadi pasar ekspor baru di Asean, butuh waktu beberapa tahun agar penjualan ke negara tersebut mengalami peningkatan signifikan.

Meskipun begitu, ekspor batu bara ke Vietnam dari 2017 hingga 2018 telah menunjukkan peningkatan lebih dari 30 persen.

“Kedepan akan meningkat terus permintaan batu bara, hanya saja kondisi oversupply terjadi di mana-mana. Ekspor ke Vietnam saja kita harus bersaing dengan Rusia,” tandasnya. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: AsiaAsia BusinessBatu BaraEkspor MineralMinerba
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.