• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pemerintah Indonesia Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik dengan China

by Redaksi Asiatoday
December 8, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemerintah Indonesia Didesak Putuskan Hubungan Diplomatik dengan China

Aksi unjukrasa elemen masyarakat sipil yang terhimpun dalam Front Anti Dominasi Asing, di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) China di Jakarta, Rabu (8/12/2021). Dok FADA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Elemen masyarakat sipil yang terhimpun dalam Front Anti Dominasi Asing, menyerukan kepada Pemerintah Indonesia agar segera memutuskan hubungan diplomatik dengan China.

Seruan itu mereka sampaikan saat berunjukrasa di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) China di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Aksi ini sebagai bentuk protes atas sikap Pemerintah China yang mendesak Pemerintah Indonesia agar menghentikan kegiatan pegeboran minyak dan gas alam di wilayah perairan Natuna.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Tak hanya itu, mereka juga kecewa atas sikap China selama ini yang tidak ramah terhadap Indonesia dan kerap melakukan provokasi-provokasi terhadap kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna Utara.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah China mendesak Indonesia agar menghentikan kegiatan pengeboran minyak dan gas alam di wilayah perairan Kepulauan Natuna.

Diplomat China melalui suratnya kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan kepada Indonesia untuk menghentikan pengeboran di rig lepas pantai sementara karena lokasinya diklaim berada di wilayah teritorial China, di Laut China Selatan.

Sementara Indonesia mengatakan ujung selatan Laut China Selatan adalah Zona Ekonomi Eksklusifnya di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Indonesia menamai wilayah tersebut dengan Laut Natuna Utara pada 2017.

China keberatan dengan perubahan nama dan bersikeras bahwa jalur air itu berada dalam klaim teritorialnya yang luas di Laut China Selatan yang ditandai dengan sembilan garis putus-putus berbentuk U alias dash nine line.

Koordinator Front Anti Dominasi Asing Moh Jumhur Hidayat menegaskan, China tidak memiliki alasan apapun melarang aktivitas pengeboran migas, sebab wilayah itu adalah bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia sesuai dengan Peraturan PBB yaitu UNCLOS 1982 (The United Nations Convention on the Law of the Sea) yang merupakan kelanjutan dari Deklarasi Juanda 13 Desember 1957.

“Dengan melihat sikap China yang tidak menghormati kedaulatan Indonesia, kami mendesak Pemerintah RI segera memutuskan hubungan diplomatik dengan China,” tegasnya. (ATN)

Tags: Blok NatunaKerjasama Indonesia-ChinaLaut China SelatanZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.