• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pemulihan Ekonomi China Rangsang Pertumbuhan Ekonomi di Asia Timur dan Pasifik

by Redaksi Asiatoday
April 1, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Situasi Global Rumit, Ekonomi Indonesia Bisa Tergilas Perang Dagang

Markas World Bank. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemulihan ekonomi China turut merangsang pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan akan semakin cepat pada 2023. Demikian disampaikan dalam laporan World Bank pada hari Kamis (30/3/23).

Sebaliknya, laju pertumbuhan sebagian besar ekonomi di wilayah lain akan diperkirakan melambat.

Menurut Laporan Ekonomi April 2023 dari World Bank untuk Asia Timur dan Pasifik, walaupun performa ekonomi di seluruh wilayah dapat kuat, di tahun ini dapat terhambat karena perlambatan pertumbuhan global, kenaikan harga komoditas, dan kondisi keuangan yang ketat sebagai respons atas inflasi yang persisten.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menurut World Bank, pertumbuhan di wilayah Asia Timur dan Pasifik yang sedang berkembang, diperkirakan bisa lebih cepat menjadi 5,1 persen pada tahun 2023. Hal ini berbeda dibandingkan pada tahun 2022, yakni sebesar 3,5 persen.

Diketahui bahwa akselerasi tersebut terjadi karena adanya pembukaan kembali ekonomi China yang membantu pemulihan ekonomi mencapai laju pertumbuhan 5,1 persen, dari 3 persen pada tahun lalu.

Selanjutnya, pertumbuhan di wilayah luar China diperkirakan melambat menjadi 4,9 persen. Hal ini berbeda pada tahun lalu sebesar 5,8 persen dimana pada saat itu terjadi pemulihan kuat setelah COVID-19.

Diketahui perlambatan tersebut terjadi dikarenakan adanya inflasi dan utang rumah tangga yang tinggi di negara membebani dalam konsumsi.

“Sebagian besar ekonomi utama di Asia Timur dan Pasifik telah melewati kesulitan pandemi tetapi sekarang harus menavigasi lanskap global yang berubah,” kata Manuela V. Ferro, Wakil Presiden World Bank untuk Asia Timur dan Pasifik.

Manuela kemudian mengatakan bahwa untuk mendapatkan momentum kembali, masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan inovasi, produktivitas, dan membangun dasar untuk pemulihan yang lebih berkelanjutan.

Kemudian, di antara ekonomi besar di wilayah tersebut, sebagian besar termasuk Indonesia, Filipina dan Vietnam diperkirakan akan tumbuh lebih rendah pada 2023.

Berbeda dengan sebagian besar negara di Kepulauan Pasifik diperkirakan akan tumbuh lebih cepat pada tahun 2023. Namun sebagai catatan, laju pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat di Fiji pada tahun 2022 kemungkinan akan melambat.

Dengan sebagian wilayah Asia Timur dan Pasifik telah mengalami pertumbuhan yang lebih dan lebih stabil selama dua dekade dibandingkan negara lain, menghasilkan adanya penurunan kemiskinan yang mencolok dan penurunan ketimpangan. Namun, pengejaran pendapatan per kapita negara maju telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir karena pertumbuhan produktivitas dan kecepatan reformasi struktural melambat.

Kepala Ekonom World Bank untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo kemudian juga membahas tantangan untuk wilayah yang pertumbuhannya sedang berkembang.

“De-globalisasi, penuaan, dan perubahan iklim sedang menghadang prospek pertumbuhan wilayah yang telah berkembang melalui perdagangan dan menua dengan cepat,” ujarnya.

Namun, Aaditya dengan optimistis, mengatakan bahwa dengan mempromosikan perdagangan, mengatasi dinamika populasi, dan meningkatkan ketahanan iklim dapat memperkuat pertumbuhan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Pertumbuhan AsiaWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.