• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pemulihan Okupansi Hotel di Asia Diproyeksi pada 2025

by Redaksi Asiatoday
April 19, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Colliers International Terbaik di Asia Pasifik

Colliers International. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemulihan tingkat okupansi hotel di Asia ke level pra pandemi diproyeksikan baru akan terjadi pada 2025. Hal ini didukung dengan kebijakan pelonggaran yang diterapkan di sejumlah negara mulai tahun ini.

Sementara itu, pendapatan harian rata-rata akan kembali seperti saat sebelum pandemi pada 2023.

“Pemulihan akan dimulai pada tahun 2023, berkat adanya kebijakan pemerintah untuk melonggarkan aturan perjalanan dan adanya kemudahan tes (antigen atau PCR) selama tahun 2022,” jelas Singh, Selasa (19/04/2022).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Berdasarkan laporan tersebut, pemulihan akan dipimpin oleh sektor leisure kemudian diikuti oleh bisnis dan meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE).

Sebaliknya jika dilihat dari tipe properti, resor akan mendahului pemulihan dan diikuti oleh urban dan hotel yang mengandalkan segmen bisnis.

Laporan Colliers menyatakan bisnis hotel yang mengandalkan permintaan domestik akan mengalami pemulihan lebih cepat karena mobilitas turis asing masih membutuhkan waktu untuk bergerak naik.

Tetapi laporan tersebut menggarisbawahi bahwa hotel tidak boleh hanya mengandalkan satu pasar saja karena rawan bergejolak. Di sejumlah negara, Colliers menemukan beberapa hotel sudah mampu kembali mengimplementasikan harga sebelum pandemi Covid-19. Sayangnya, pasokan yang terbatas dan ketersediaan tenaga kerja memaksa pengusaha hotel untuk menerapkan kenaikan harga.

Segmen pemerintah juga diprediksi bakal menggenjot pemulihan industri perhotelan di Asia pada semester II/2022. Berdasarkan data dari STR tingkat okupansi hotel di kawasan Asia Pasifik pada 2021 hanya naik 4 persen year-on-year dibandingkan dengan 2020 dengan tingkat okupansi 48,7 persen. Sementara itu, pendapatan harian rata-rata hanya naik 4,7 persen yoy menjadi US$33. Pendapatan hotel tersebut masih jauh dari pendapatan rata-rata harian tahun 2019 yang mencapai US$67. (ATN)

Tags: Asia TourismIndustri Perhotelan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.