• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pendapatan Anjlok, Lion Air Group Rumahkan 8.000 Karyawan

by Redaksi Asiatoday
July 31, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lion Air Group Kembali Beroperasi 10 Juni 2020

Maskapai Lion Air Group. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lion Air Group terpaksa harus merumahkan sekitar 8.000 karyawannya menyusul pendapatan maskapai yang anjlok akibat pandemi Covid-19.

Meski demikian, kebijakan tersebut bukan merupakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan, status tidak PHK, menurut beban kerja di unit masing-masing, yaitu kurang lebih persentase 25%-35% karyawan dari 23.000 karyawan,” kata Corporate Communications Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi, Sabtu (31/7/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Danang mengungkapkan, selama karyawan dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual sesuai dengan bagian masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Keputusan berat tersebut diambil bertujuan utama sebagai konsentrasi efektif dan efisien, sejalan mempertahankan bisnis yang berkesinambungan dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran, dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal dari dampak pandemi Covid-19,” ungkap Danang.

Menurut Danang, Lion Air Group masih terus memantau, mengumpulkan data dan informasi emudian, mempelajari situasi yang terjadi, seiring mempersiapkan rancangan penyusunan cetak biru dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan, sekaligus meminimalisasi beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19.

Danang mengatakan, Lion Air Group tetap beroperasi secara bertahap, 10-15% dari kapasitas normal. Sebelum pandemi Covid-19, rata-rata 1.400 penerbangan per hari.

“Kondisi pendapatan maskapai sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi, terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar, Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan. Skema pemulihan ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat,” jelas Danang.

Kondisi pasar dan jumlah penumpang yang mengalami penurunan, lanjut Danang, sehingga mengakibatkan jumlah frekuensi terbang faktanya juga menurun. (AT Network)

Tags: Lion AirLion Group
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.