• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pendidikan 1 Miliar Siswa di Dunia Berantakan Akibat Covid-19

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pendidikan 1 Miliar Siswa di Dunia Berantakan Akibat Covid-19

Aktivitas Pendidikan Siswa di Indonesia sebelum pandemi Covid-19. Dok

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan, pandemi Covid-19 telah memicu gangguan terbesar dalam sejarah global di bidang pendidikan.

Pandemi Covid-19 telah memaksa hampir semua sekolah dan institusi pendidikan di lebih dari 160 negara ditutup.

Hingga pertengahan Juli 2020, PBB mengestimasi bahwa pendidikan untuk 1 miliar anak-anak di seluruh dunia terganggu akibat Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Sedikitnya 40 juta anak-anak usia dini telah kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan di masa-masa prasekolah,” kata Guterres, melansir Gulf Today, Selasa (4/8/2020).

“Dunia tengah menghadapi musibah berskala generasi yang dapat menyia-nyiakan potensi manusia, mengganggu kemajuan di banyak bidang dan memperburuk jurang ketidaksetaraan,” sambungnya.

“Kita sedang berada dalam momen penting untuk menentukan nasib anak-anak dan pemuda,” ungkap Guterres dalam sebuah pesan video dan pembacaan dokumen kebijakan setebal 26 halaman.

Menurut Guterres, keputusan tiap-tiap negara di tengah pandemi Covid-19 dapat memicu dampak berkepanjangan terhadap nasib ratusan juta anak-anak. Namun tentu saja Guterres memahami keputusan menutup sekolah harus diambil demi meredam penyebaran Covid-19.

Meski secara persentase anak-anak kemungkinan besar tidak akan mengalami gejala parah jika terjangkit Covid-19, namun mereka dikhawatirkan dapat menjadi pembawa (carrier) yang dapat menularkannya ke kelompok rentan, yakni orang lanjut usia.

Guterres meminta semua negara di dunia untuk mempertimbangkan membuka kembali sekolah, namun dengan syarat jika transmisi lokal Covid-19 sudah terkendali sepenuhnya. (ATN)

Tags: COVID-19Darurat PendidikanPerserikatan Bangsa-BangsaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.