• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pentagon Anggap Remeh Kekuatan Militer China

by Redaksi Asiatoday
September 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
3 Kapal Induk AS Sudah di ‘Pintu Gerbang’ Laut China Selatan

Tiga Kapal Induk Amerika Serikat. Dok USNavy

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper tidak memperhitungkan kekuatan militer China, walau diklaim terus berkembang.

Menurut Esper, Angkatan Laut China  tidak akan pernah bisa menandingi kekuatan Angkatan Laut Amerika meski jumlah kapal militer Beijing jauh lebih banyak.

Esper menegaskan akan meningkatkan kekuatan armada AS melampaui 355 kapal, target ambisius yang sejatinya sudah ditetapkan sejak 2016.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Saat ini, jumlah kapal militer Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) China sudah 10 lebih banyak dari Angkatan Laut Amerika dan akan terus bertambah.

Namun Esper tidak memperdulikan hal itu. Dalam sebuah forum yang diselenggarakan RAND Corporation awal pekan ini, Esper menegaskan Angkatan Laut Amerika masih menjadi yang teratas di dunia. 

Jumlah kapal militer Amerika saat ini sebanyak 293 unit. Sedangkan China telah memiliki sekitar 350 kapal militer.

“Saya ingin menjelaskan bahwa China tidak dapat menandingi Amerika Serikat dalam hal kekuatan Angkatan Laut,” kata Esper. 

“Bahkan jika kami berhenti membuat kapal baru, akan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi China untuk menutup kesenjangan dalam hal kemampuan kami di laut lepas,” terang Esper dikutip Sputniknews, Jumat (18/9/2020).

“Jumlah kapal itu penting, tetapi tidak menceritakan keseluruhan cerita. Mereka tidak membahas jenis kapal dan kemampuan kapal yang dihitung; keterampilan kru yang mengoperasikannya; kecakapan para perwira yang memimpin mereka; atau cara kami melawan mereka.”

“Meskipun demikian, kita harus tetap di depan; kita harus mempertahankan overmatch kita; dan kami akan terus membangun kapal modern untuk memastikan kami tetap menjadi Angkatan Laut terhebat di dunia,” tegas Esper.

Esper menargetkan lebih dari 355 kapal, baik berawak maupun tak berawak, dibangun dalam jangka waktu yang relevan dan berdasarkan anggaran.

Laporan proyek “China Power” dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkap bahwa tujuan militer Beijing memiliki 425 kapal pada tahun 2030. Selain jumlah kapal dan tentara Angkatan Laut-nya yang lebih besar, Beijing juga telah berinvestasi secara besar-besaran dalam rudal anti-kapal jarak jauh sebagai tandingan bagi Angkatan Laut AS.

Beijing sendiri mengklaim senjata Amerika belum bisa menandingi persenjataan China, yang meliputi rudal jelajah, rudal balistik darat dan udara, dan bahkan senjata hipersonik. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaPentagon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.