• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Peringatan untuk AS, China Latihan Militer di Dekat Taiwan

by Redaksi Asiatoday
May 26, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Militer China Mulai Simulasi Penyerbuan Pantai di Dekat Taiwan

Latihan Militer China. Dok PLA

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Situasi di wilayah dekat Taiwan kian memanas.

Pasalnya, China telah menggelar latihan militer yang diadakan di sekitar Taiwan sebagai “peringatan serius” terhadap “hubungan” negara itu dengan Amerika Serikat, menurut media pemerintah China.

Sebelumnya Presiden AS Joe Biden membuat marah China pada hari Senin dengan mengatakan Amerika Serikat akan terlibat secara militer jika China ingin menyerang pulau itu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Namun dia mengatakan pada hari Selasa bahwa tidak ada perubahan pada kebijakan AS.

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan bahwa pihaknya baru-baru ini melakukan patroli dan latihan di wilayah udara dan laut di sekitar Taiwan.

“Ini adalah peringatan serius terhadap kolusi baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Taiwan,” kata juru bicara komando itu, Shi Yi, menurut televisi pemerintah.

“Sangat munafik dan sia-sia bagi Amerika Serikat untuk mengatakan satu hal dan melakukan hal lain tentang masalah Taiwan, katanya seperti dikutip CNA, Kamis (26/5/2022).

Biden mengatakan tidak ada perubahan pada kebijakan ‘ambiguitas strategis’ negaranya atas Taiwan saat melakukan pembicaraan pada pertemuan aliansi pertahanan Quad di Jepang.

Biden mengatakan dia akan bersedia menggunakan kekuatan untuk membela Taiwan melawan China.

Sedangkan China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan militer untuk membawa Taiwan kembali menjadi bagian dari negaranya. Karena itu Selat Taiwan tetap menjadi titik nyala militer potensial.

Meskipun Amerika Serikat mematuhi kebijakan “satu China” dan hanya mengakui Beijing, namun negara itu telah membuat komitmen di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan “untuk membantu menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri”.

Akan tetapi, meskipun demikian, AS telah lama memegang kebijakan untuk tidak merinci bagaimana reaksinya jika terjadi serangan China di pulau itu. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.