• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Pertemuan ke-301 CPC Fokus pada Penanggulangan Obat Terlarang dan Gender

by Redaksi Asiatoday
December 23, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pertemuan ke-301 CPC Fokus pada Penanggulangan Obat Terlarang dan Gender

Colombo Plan Council (CPC). Ist

ASIATODAY.ID, COLOMBO – Indonesia turut menjadi partisipan dalam pertemuan ke-301 Colombo Plan Council (CPC) yang berlangsung secara virtual (21/12/2020).

Indonesia diwakili oleh Dubes RI Colombo, I Gusti Ngurah Ardiyasa dan Minister Counsellor KBRI Colombo Heru Prayitno.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Dubes Myanmar untuk Sri Lanka selaku Presiden CPC interim dan dihadiri oleh perwakilan 19 (sembilan belas) negara.

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Pertemuan ini fokus pada agenda penanggulangan obat terlarang (Drug Advisory Program)dan program jender (Gender Affairs Program).

Mengutip keterangan tertulis KBRI Colombo, Rabu (23/12/2020), program penanggulangan obat terlarang merupakan pendekatan holistik guna mengatasi penyalahgunaan obat-obat terlarang dengan melibatkan kaum muda dan peningkatan akses pengobatan serta rehabilitasi. Sedangkan program jender ditujukan guna meningkatkan awarenessterkait kesetaraan jender dan hak-hak hukum kaum perempuan.

Colombo Plan didirikan tahun 1951 dan hingga saat ini memiliki 27 negara anggota, yaitu Afghanistan, Australia, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Fiji, India, Indonesia, Iran, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Pakistan, Papua New Guinea, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Saudi Arabia, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.

Struktur Organisasi Colombo Plan terdiri dari Consultative Committee yang merupakan badan utama dan bertemu sekali dalam dua tahun danColombo Plan Council yang merupakan badan pelaksana keputusan Consultative Committee. Presiden Council saat ini dijabat oleh Nepal untuk periode 2021 – 2023.​ (AT Network)

Tags: Colombo Plan CouncilGenderNew Colombo Plan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.