• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Pertumbuhan Ekonomi Jepang Merosot Tajam pada Kuartal III 2019

by Redaksi Asiatoday
November 14, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertumbuhan Ekonomi Jepang Merosot Tajam pada Kuartal III 2019

Tokyo, Jepang. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Jepang melambat dengan tajam pada kuartal ketiga tahun 2019.

Kantor Kabinet Jepang pada Kamis (14/11/2019) melaporkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 0,2 persen secara tahunan pada kuartal III/2019 dari kuartal sebelumnya.

Capaian tersebut lebih rendah daripada ekspektasi para ekonom untuk ekspansi sebesar 0,9 persen dan jauh lebih kecil daripada revisi ekspansi sebesar 1,8 persen untuk kuartal II/2019.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Ekspor netto barang-barang dan jasa berkurang 0,2 poin persentase dari PDB, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Namun, pengeluaran konsumen sebelum kenaikan pajak penjualan bulan lalu dan investasi bisnis yang lebih kuat mampu membantu menopang pertumbuhan.

Konsumsi swasta berekspansi 0,4 persen pada kuartal III/2019 dari kuartal sebelumnya, sedangkan investasi bisnis meningkat 0,9 persen.

Pengeluaran konsumen menjadi pendorong pertumbuhan kuartal ketiga, tetapi kenaikannya jauh lebih kecil daripada yang terjadi sebelum kenaikan pajak penjualan terakhir pada tahun 2014.

Ini menunjukkan bahwa ekonomi Jepang akan mengalami lebih sedikit dampak negatif akibat kenaikan pajak dibandingkan lima tahun lalu, ketika lonjakan konsumsi sebelum pajak diikuti oleh kegagalan yang menyebabkan kontraksi ekonomi sebesar 7,3 persen pada kuartal berikutnya.

Pekan lalu, Perdana Menteri Shinzo Abe menyerukan paket stimulus untuk membantu upaya pemulihan dari bencana alam baru-baru ini serta guna mendukung ekonomi terhadap risiko penurunan.

Ukuran maupun periode tindakan ini belum diumumkan, tetapi pengeluaran pemerintah kemungkinan akan menjadi pendukung utama perekonomian selama beberapa kuartal mendatang.

“Ke depannya, ekonomi mengarah untuk mengendur pada kuartal empat karena pajak penjualan yang lebih tinggi berdampak pada pengeluaran,” ujar Yuki Masujima, ekonom senior Bloomberg.

“Kami memperkirakan perlambatan yang tajam pada tahun depan, karena tekanan besar dari pengeluaran konsumen dan ekspor. Permintaan publik kemungkinan akan muncul sebagai mesin utama dan menjaga pertumbuhan,” tambahnya. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: Kerjama Indonesia-JepangPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.