• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Pesona Subak Bali Menghiasi Google Doodle

by Redaksi Asiatoday
June 29, 2020
in CULTURE
Reading Time: 1 min read
A A
0
Libur Tahun Baru, Bali Masuk Destinasi Populer di Asia Pasifik untuk Dikunjungi

Wisata Ubud, Bali. Foto : baliexplorer

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mesin pencarian Google hari ini tampil tak biasa. Pesona Subak Bali menghiasi sampul konten Google Doodle.

Jika Anda mengarahkan pointer mouse ke atas gambar Google Doodle maka akan tampil informasi bertulikan “Celebrating Subak”. Subak yang dimaksud adalah sistem iriagis lahan pertanian atau sawah di Bali yang dibentuk menjadi sawah bertingkat.

Desain Google Doodle hari ini rupanya terinpspirasi dari lukisan seniman bernama Hana Agustine. Lukisan ini dibuat karena subak Bali berhasil diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

RelatedPosts

Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs

US Returns Ancient Indonesian Buddhist Statues After Decades, Marking Historic Cultural Repatriation

Indonesia and India Join Forces to Preserve UNESCO World Heritage Prambanan Temple

Di tanggal 29 Juni 2012, UNESCO mengakui bahwa subak Bali masuk dalam daftar warisan dunia yang dimiliki oleh Indonesia. Sistem irigasi yang membuat lansekap alam menarik ini diakui sudah diterapkan oleh masyarakat Pulau Bali sejak ribuan tahun lalu.

Subak sendiri tidak hanya dipahami masyarakat lokal Bali sebagai sistem irigasi lahan pertanian. Subak diyakini dalam filososi Bali sebagai bagian dari Tri Hita Karana atau tiga hal yang memberikan kesejahteraan bagi manusia.

Tri Hita Karana terdiri dari hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Dikutip dari laman situs Historia.id, kata subak diyakini bentuk modern dari kata suwak yang menjadi bukti sistem ini sudah diterapkan dan dikenal sejak lama.

Suwak ditemukan dalam Prasati Pandak Badung dari tahun 1071 dan Prasasti Klungkung dari tahun 1072. Menurut penelitian Ketut Setiawan dalam tesis untuk Universitas Indonesia, kata “su:” berarti baik dan “wak” untuk pengairan. (ATN)

Tags: BaliBali TourismUNESCO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.