• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PM Kamboja Desak ASEAN Akhiri Isolasi Junta Myanmar

by Redaksi Asiatoday
December 6, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Myanmar Klaim Masih Zero Kasus Covid-19

Negara Myanmar. Ist

ASIATODAY.ID, PHNOM PENH – Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen menyerukan kepada komunitas ASEAN untuk mengakhiri isolasi terhadap junta militer Myanmar.

Menurut Hun Sen, para pejabat junta Myanmar harus diundang disetiap pertemuan-pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Hun Sen berencana mengunjungi Myanmar untuk melakukan pembicaraan dengan penguasa militer negara itu.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

Posisi Myanmar sebagai anggota dari 10 negara ASEAN telah menjadi sorotan akibat kudeta yang dilakukan pihak militer negara itu pada 1 Februari.

Pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing tidak diundang ke konferensi tingkat tinggi (KTT) tahunan para pemimpin ASEAN pada Oktober yang diselenggarakan oleh Brunei setelah para anggota ASEAN gagal mencapai sebuah konsensus.

Namun, Hun Sen menyarankan, saat Kamboja menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN pada 2022, semua 10 negara anggota blok regional itu akan memiliki perwakilan yang hadir dalam pertemuan.

“Myanmar adalah anggota keluarga ASEAN maka harus memiliki hak untuk menghadiri pertemuan,” kata Hun Sen dalam keterangannya saat upacara peresmian sebuah proyek konstruksi yang didanai China, Senin (6/12/2021).

Menteri luar negeri Myanmar yang ditunjuk militer akan mengunjungi Kamboja pada Selasa (7/12/2021), dan Hun Sen mengatakan dalam sambutannya dia kemungkinan akan segera mengunjungi Myanmar.

“Kemungkinan besar saya akan mengunjungi Naypyitaw untuk bertemu dengan Jenderal Min Aung Hlaing untuk bekerja sama dengannya. Jika saya tidak bekerja sama dengan pimpinan, dengan siapa saya bisa bekerja?,” ujar Hun Sen.

Hun Sen merujuk pada poin dalam Piagam ASEAN mengenai sikap untuk tidak ikut campur dalam urusan internal masing-masing, dan mengatakan, di bawah piagam ASEAN, tidak ada yang memiliki hak untuk mengusir negara anggota lain.

Myanmar berada dalam krisis sejak Min Aung Hlaing menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. (ANT)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.