• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PM Kishida Bertekad Lindungi Teknologi Jepang dari Ancaman China

Biden Janji Bantu Jepang Pertahankan Pulau-pulau di Laut China Timur

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PM Kishida Bertekad Lindungi Teknologi Jepang dari Ancaman China 1

Fumio Kishida. Ist

ASIATODAY.ID, TOKYO – Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru Fumio Kishida, meluncurkan jajaran kabinet yang didominasi oleh sekutu mantan perdana menteri Shinzo Abe dan mantan menteri keuangan Taro Aso. Salah satu penunjukan Kishida yang paling menarik perhatian adalah jabatan baru menteri keamanan ekonomi.

Untuk jabatan ini, Kishida mengangkat Takayuki Kobayashi, lulusan Harvard Kennedy School dan Universitas Tokyo berusia 46 tahun, yang telah mengerjakan kebijakan yang bertujuan melindungi teknologi sensitif dari China di berbagai bidang seperti rantai pasokan dan keamanan siber.

Laporan The Japan Times, pos menteri baru yang dibentuk Kishida ini bertugas untuk memperkuat keamanan ekonomi dalam kontra terselubung terhadap dugaan pencurian teknologi oleh China, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Takayuki Kobayashi, adalah mantan wakil menteri pertahanan parlemen. Menteri baru ini diharapkan untuk menyusun strategi nasional yang dirancang untuk memblokir pengurasan teknologi dari negara tersebut.

Diketahui, pada 27 September lalu, Jepang untuk pertama kalinya menuding China, Rusia dan Korea Utara (Korut) sebagai tiga negara yang bertanggung jawab atas ancaman siber terhadap negara itu.

Kantor Berita Kyodo melaporkan, pemerintahan PM Yoshihide Suga ketika itu merilis rancangan strategi keamanan siber untuk tiga tahun ke depan.

“Situasi di dunia maya membuat risiko berkembang cepat menjadi situasi kritis dan bahwa tiga negara itu diduga terlibat dalam aksi siber yang agresif,” tulis laporan tersebut yang mengutip rancangan pemerintah.

Menurut laporan itu, rancangan itu berbunyi: “Jepang akan melakukan aksi balasan yang keras dengan memanfaatkan segala cara yang efektif dan kemampuan yang ada, termasuk respons diplomatik dan hukuman pidana.”

Jepang akan “mempercepat kerja sama” dengan tiga mitra Quad mereka, yakni AS, Australia dan India, dalam keamanan siber.

Biden Janji Bantu Jepang Pertahankan Pulau-pulau di Laut China Timur

Kishida mengatakan pada hari Selasa (5 Oktober) bahwa ia menerima pesan “kuat” dari Presiden Joe Biden tentang komitmen Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan pulau-pulau kecil di Laut China Timur yang disengketakan yang dikenal sebagai Kepulauan Senkaku di Jepang.

Dalam pembicaraan telepon pada Selasa (5/10/2021) pagi yang berlangsung sekitar 20 menit, sekutu juga mengkonfirmasi kerja sama mereka untuk mencapai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, kata Kishida kepada wartawan di kediaman resmi perdana menteri.

Seruan itu, sehari setelah Kishida berjanji untuk meningkatkan tanggapan negara itu terhadap pandemi Covid-19. Dia dipilih oleh anggota parlemen pada hari Senin (4/10/2021) sebagai perdana menteri baru negara itu.

“Kami menegaskan bahwa kami akan bekerja sama menuju penguatan aliansi Jepang-AS dan Indo Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata Kishida.

“Kami juga mengkonfirmasi bahwa kami akan bekerja sama dengan erat pada masalah yang berkaitan dengan China dan Korea Utara”.

“Khususnya, Presiden Joe Biden memberikan komentar keras atas komitmen AS untuk membela Jepang, termasuk Pasal 5 perjanjian keamanan AS-Jepang,” tambah Kishida, merujuk pada kewajiban pertahanan AS kepada Jepang, yang meliputi pulau tak berpenghuni itu.

Jepang menjadi semakin khawatir tentang aktivitas China di Laut China Timur, termasuk serangan ke perairan di sekitar pulau yang disengketakan, yang dikenal sebagai Diaoyu di China. (ATN)

 

Tags: Fumio KishidaIndo PasifikLaut China TimurQuad
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.