• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Proyek Geopark Ancam Habitat Spesies Komodo di Pulau Rinca

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Proyek Geopark Ancam Habitat Spesies Komodo di Pulau Rinca

Truk pengangkut material proyek geopark berhadapan Satwa Komodo di Pulau Rinca. Foto: @KawanBaikKomodo

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Aktivitas proyek pembangunan Geopark yang  berlangsung di Pulau Rinca, salah satu pulau dari Taman Nasional Komodo (TNK), di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menjadi sorotan.

Pasalnya, aktivitas proyek tersebut dinilai mengancam habitat satwa lindung Komodo di pulau itu.

Dari unggahan gambar di media sosial Twitter @KawanBaikKomodo, Jumat (23/10/2020) malam, terlihat bahwa, aktivitas proyek pembangunan di taman nasional itu menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi spesies purba itu. 

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Sejumlah satwa Komodo terlihat berada disekitar pekerja proyek dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan dalam sebuah foto tampak hewan purba itu berada hanya radius beberapa meter dari bagian depan sebuah truk yang mengangkut meterial proyek.

“Sedih! Komodo berhadap2an dengan truk proyek bangunan Wisata Jurassic di Pulau  Rinca. U pertama kalinya Komodo2 ini mendengar deru mesin2 mobil dan menghirup bau asapnya. Akan spt apa dampak proyek2 ini ke depannya? Masih adakah yg peduli dg konservasi?” demikian tulis akun  @KawanBaikKomodo, dikutip Sabtu (24/10/2020).

Postingan tersebut ramai dibahas oleh warga di jagad maya, salah satunya aktivis Dandhy Dwi Laksono.

Melalui akun Twitternya, @Dandhy_Laksono menyoroti proyek tersebut yang dikaitkan dengan program 10 destinasi Bali Baru yang digalakan pemerintahan Jokowi.

“Orang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melihat Komodo di habitat aslinya. Jokowi dkk datang dengan gagasan “10 Bali Baru, “wisata premium” dan membangun “Jurassic Park,” tulis Dandhy.

Oleh pemerintah, proyek pembangunan  geopark di Pulau Rinca Loh Buaya ini disebut sebagai bagian dari pengembangan Pariwisata Super Prioritas di Kabupaten Manggarai Barat.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan hal tersebut untuk merespon adanya protes sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo yang menolak pembangunan sarana prasarana, termasuk rencana pembangunan geopark di Pulau Rinca Taman Nasional Komodo (TNK).

Pasalnya, langkah itu dinilai melanggar UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Pembangunan sarana prasarana di Pulau Rinca Loh Buaya ini lahir dari sebuah perencanaan besar dengan fokusnya sebagai bagian dari Pariwisata Super Prioritas,” katanya dalam siaran pers, Jumat (7/8/2020) lalu.

Dikatakan, pemerintah pusat terus melakukan pembangunan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo Manggarai Barat NTT untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dukungan infrastruktur salah satunya dilakukan dengan membangun sarana dan prasarana wisata alam di Pulau Rinca Loh Buaya.

Bupati menuturkan, banyak daerah kabupaten yang merasa tidak mendapat perhatian seperti Manggarai Barat (Mabar) khususnya untuk infrastruktur.

“Pembangunan sarana prasarana di Manggarai Barat untuk mensinergikan antara pariwisata super prioritas dan kondisi existing  infrastruktur serta fasilitas lainnya, dalam rangka mendukung pariwisata Labuan Bajo agar mendunia,” ujarnya.

Menurutnya, pariwisata Labuan Bajo terpilih dari sekian ribu Pariwisata di Indonesia termasuk 5 Destinasi Super Prioritas. Konsekuensinya, negara harus bertanggung jawab mengelola pariwisatanya agar mendatangkan kesejahteraan, termasuk bagi masyarakat setempat. (ATN)

Tags: Destinasi Super PrioritasGeopark KomodoLabuan BajoTaman Nasional KomodoWisata Komodo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.