• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Proyeksi ADB: Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,8 Persen Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
April 4, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Covid-19, Ekonomi Jakarta Rontok 40 Persen

Pusat Ekonomi Indonesia, DKI Jakarta. Foto : rivaldi_penzol

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asian Development Bank/ADB memproyeksikan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 4,8% di tahun 2023 dan 5,0% pada 2024.

Proyeksi pertumbuhan ini dibuat seiring melemahnya lonjakan komoditas dan mulai normalnya permintaan.

Direktur ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga mengatakan lonjakan komoditas ekspor mendorong pertumbuhan hingga 5,3% pada 2022, menggantikan permintaan dalam negeri yang lemah. Tekanan global pada 2023 diproyeksikan akan memangkas pertumbuhan ekspor, meskipun transaksi berjalan semestinya akan tetap mendekati seimbang.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Namun karena pengeluaran rumah tangga merupakan bagian besar dari perekonomian Indonesia, kembali normalnya belanja konsumen dan berbagai manfaat dari penurunan inflasi akan menopang pertumbuhan. Meskipun demikian, investasi kemungkinan belum akan menguat karena dunia usaha masih melihat situasi,” jelas Jiro dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (4/4/2023).

Dikatakan, besarnya angka ekspor menghasilkan tambahan pendapatan yang memungkinkan Indonesia memangkas defisit anggaran hingga di bawah batas wajib 3% dari produk domestik bruto, setahun sebelum tenggatnya, demikian menurut Asian Development Outlook (ADO) April 2023. Inflasi mencapai puncaknya hingga hampir 6% pada September, melebihi batas inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 4%.

“Namun inflasi sudah menurun, berkat melemahnya harga komoditas dan pengetatan kebijakan moneter, serta diproyeksikan akan turun ke sekitar 3,5% pada Desember dan mencapai rata-rata 4,2% pada 2023,” urainya.

Hal yang menjadi perhatian untuk jangka menengah dan panjang adalah bahwa hilangnya pendapatan para pekerja dan hilangnya pembelajaran anak-anak selama pandemi dapat mengurangi potensi pertumbuhan.

Sebagian besar indikator ketenagakerjaan penting telah membaik dibandingkan dengan angka-angka pada 2020, tetapi belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Berbagai indikator itu termasuk pengangguran, informalitas, dan upah riil.

“Sebuah langkah yang dapat memitigasi dampak buruk terhadap pasar tenaga kerja adalah Program Kartu Prakerja dari pemerintah, yang memberikan keterampilan teknis dan kejuruan melalui pembelajaran digital, pelatihan untuk memulai usaha, dan beasiswa,” katanya.

Sebelumya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional selama kuartal I 2023 akan mencapai 5%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2023 akan berada di kisaran 5% sampai 5,3%. Pemerintah akan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik khususnya konsumsi masyarakat di tengah perlambatan ekonomi global.

“Kami berharap kuartal I 2023 tumbuh 5% terutama karena konsumsi masih cukup kuat meskipun kita mewaspadai ekspor yang mengalami koreksi dari level growth cukup tinggi,” tutur Sri Mulyani.

Dia mengatakan kinerja perekonomian Indonesia saat ini masih cukup kuat. Beberapa indikator yang menjadi acuan adalah pertumbuhan kredit, indeks keyakinan konsumen dan juga PMI manufaktur indonesia.

Pertumbuhan kredit yang terdiri dari konsumsi, investasi, dan modal kerja mengalami pertumbuhan hingga 11,4%.

Lalu, PMI manufaktur Indonesia juga berada di level ekspansif selama 18 bulan berturut-turut atau saat ini berada di level 51,2. Indeks keyakinan konsumen (IKK) juga stabil di tingkat yang tinggi yakni 122,4, menunjukkan keyakinan ekonomi ke depan masih optimistis.

“Ini menggambarkan konsumen, walaupun kita terus memantau inflasi dan daya belinya masih menunjukkan suatu tingkat keyakinan. Ini hal yang cukup bagus menjelang puasa dan lebaran,” pungkas Sri Mulyani. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ADBAsian Development BankPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.